Senin, 04 Mei 2020

Penyakit Yang Di Akibatkan Oleh Pandangan Hasad/Dengki dan Takjub/Kagum (Penyakit 'Ain).

Penyakit Yang Di Akibatkan Oleh Pandangan Hasad/Dengki dan Takjub/Kagum (Penyakit 'Ain).

Kisah ini adalah hal yang misteri. Bukan kisah sesuatu yang menyeramkan, tetapi menakutkan. Mengenai terjadinya, pengirimnya, dan sebabnya yang sepele, sehingga terjadi hal yang tidak masuk akal manusia, baik hal medis maupun nonmedis (bukan gangguan jin). Bahkan kadang sering terjadi tanpa di sadari.
Saat itu, setelah melakukan penyelidikan mistis di rumah salah satu keluargaku yang kerap membuat beberapa keluarganya sering sakit (pengusiran jin buaya). Setelah selesai dan alhamdulillah berhasil, kami pulang ke samarinda, di perjalanan aku bersama rekan2 tim mampir untuk makan siang di suatu rumah makan. Saat sedang makan, terdengar dari dalam rumah tersebut suara tangisan seorang anak, kadang sambil berteriak. Kamipun berpikir jika ada hal yang tidak biasa yang terjadi pada anak itu. Setelah selesai makan, akupun bertanya pada seorang penjaga rumah makan itu, yang di jawabnya jika anak pemilik warung makan itu sedang sakit sudah dua hari ini, kejang kejang, kadang matanya melotot. Sudah di obati namun masih kumat lagi. Anaknya tersebut terkena sakit stuip (step) katanya. Lalu aku meminta ijin untuk melihatnya dan kami ingin membantunya, melihat niat kami dan seorang teman timku yang dokter, penjaga itu memanggil pemiliknya.

Saat pemilik rumah makan itu datang menemui kami, aku melihat ada yang aneh juga pada ibu pemilik rumah makan tersebut, sebut saja namanya ibu rika. Namun pikiran kami hanya tertuju pada anaknya. Setelah berbincang sejenak, ibu rika mempersilakan kami masuk ke dalam rumahnya untuk melihat kondisi anaknya. Kamipun masuk dan melihat. Anak itu laki laki berusia 5 tahun. Menangis kencang sambil melotot matanya, kadang menunjuk nunjuk. Temanku pun mengambil beberapa peralatan di mobil. Kemudian ia menyalakan peralatan dan mendeteksinya, namun tidak ada sama sekali hal hal yang kami duga. Tidak ada gangguan dari jin seperti dugaan kami. Lalu aku menanyakan kepada ibu rika, riwayat anaknya juga penyakit yang pernah di deritanya. Sambil teman timku yang dokter memeriksa keadaan anaknya. Dari hasil pemeriksaan teman dokter kami, memang ada gejala epilepsi, namun harus di pastikan terlebih dahulu. Iapun memberikan sedikit obat untuk menenangkan anaknya, serta suntikan di duburnya untuk menghentikan kejangnya.

Dari cerita ibu rika, anaknya memang tidak ada riwayat sakit apapun, dan hal ini (penyakit ini) baru saja terjadi. Kemudian ibu rika menelpon suaminya untuk pulang karena anaknya sakit. Sambil menunggu suaminya datang, kami bercerita tentang anaknya tersebut. Kata ibu rika, padahal anaknya itu baik, sudah rajin ibadah, bahkan sudah hafal beberapa surah surah alquran, bahkan ada surah yang panjang. Beberapa kali juara lomba adzan dan lomba membaca alquran. Keluarga ibu rika ini memang keluarga sederhana, suaminya bekerja di salah satu perusahaan tambang. Kemudian, agak beberapa lama, suaminya datang, pak tarjo namanya. Setelah pak tarjo datang, kami melakukan pemeriksaan lagi kpd anaknya. Namun tiba tiba, anaknya kembali kejang kejang dan melotot. Lalu teman timku yang spesialis peruqyah mengatakan jika anaknya tersebut ternyata terkena penyakit 'ain. Karena telah di deteksi secara medis dan deteksi gangguan jin, tidak ada gangguan apapun. Lalu temanku tersebut melakukan pengobatan secara ruqyah.

Kata Ain berasal dari Bahasa Arab dengan mengambil kata ‘ana-Ya’inu yang artinya kurang lebih adalah tatapan seseorang yang menampilkan kekaguman namun dibarengi dengan rasa iri dan kebencian terhadap orang yang ditatapnya. Tak hanya menampilkan kebencian dan rasa iri, penyakit ain ini juga dapat menyampaikan racun jiwanya kepada orang yang ditatapnya serta membahayakan bagi apa yang dilihat oleh hati yang hasad.

Secara sederhana, penyakit ‘ain adalah penyakit yang disebabkan oleh rasa dengki ataupun kagum pada seseorang yang kemudian dimanfaatkan oleh setan untuk mengirimkan panah hasad pada orang yang di benci atau dikagumi tersebut sehingga menimbulkan penyakit bagi orang tersebut. Baik penyakit fisik maupun penyakit psikis.

Penyakit ain tidak dapat ditangani dengan menggunakan obat-obatan karena bukan merupakan penyakit medis, namun penyakit ini jelas dapat mengganggu kesehatan terlebih secara mental. Penyakit ini paling sering diderita oleh anak anak dan balita karena mereka masih lemah dan belum bisa membentengi dirinya sendiri dari pengaruh jahat di sekitarnya. Orang dewasa juga bisa terkena penyakit ain ini bahkan hewan dan harta benda.

Penyakit ain ini juga bisa terjadi akibat sebuah kata-kata pujian yang disertai dengan rasa dengki, yang kemudian direspon oleh setan untuk panah ‘Ain dan mengenai sasarannya sehingga menimbulkan reaksi-reaksi negative seperti sakit secara fisik maupun mental.

Penyakit ‘Ain bisa juga terkena melalui foto dan video, anak anak dan juga orang dewasa. Bagi mereka yang diberikan anugrah dan rezeki oleh Allah hendaknya menjaga diri agar tidak sering “pamer” baik di dunia nyata maupun dunia maya dengan sangat sering upload foto dan video.
Semisal : Foto anak yang imut dan lucu, Foto romantisme keluarga.
Agar tidak mudah terkena ‘ain atau sampai batas sombong dan pamer kepada manusia, ingatlah bahwa Iblis diusir dari surga karena sombong. Kita belum pasti masuk surga, jangan sampai sombong.

ﻻ ﻳﺪﺧﻞ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻪ ﻣﺜﻘﺎﻝ ﺫﺭﺓ ﻣﻦ ﻛﺒﺮ ‏
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalamnya terdapat kesombongan seberat biji sawi” (HR. Muslim)

Penyakit ‘Ain bisa karena pandangan : Dengki/hasad, Takjub/kagum.
Ini juga bisa menimbulkan kerugian  bagi yang melihat orang yang sering pamer tersebut.
1. Menimbulkan dengki/hasad
Sebenarnya orang tersebut awalnya tidak hasad/dengki, akan tetapi karena sering melihat yang pamer, ia akan menjadi hasad. Ini adalah penyakit hati terberat dan membuat merana.
2. Menimbulkan kagum lalu membuat tidak bersyukur akan hidupnya.

Mungkin dia tidak akan hasad dan iri pada orang yang pamer (misalnya sangat sering pamer foto romantisme suami-istri), karena ia sadar mereka berdua (yang pamer) layak mendapatkannya dan memang layak menjadi pasangan romantis dan ia tidak hasad tetapi kagum/takjub.

Bahkan bisa juga dari orang tuanya atau keluarganya yang mengagumi secara berlebihan di depan umum, dangan tidak menyebut asma Allah. Oleh karena itu, jika kita megagumi sesuatu/seseorang ataupun anak sendiri, ucapkanlah terlebih dahulu dzikir kpd Allah, seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Masya Allah dan lainnya yang merupakan pujian kpd Allah. Karena jika tidak, akan menimbulkan 'ain kpd yang di kagumi/di pujinya.
Bagaimanakah cara kerja ain sehingga bisa memudharatkan orang dari jarak yang jauh ? sudah banyak sekali orang yang tertimpa sakit dan kekuatannya melemah hanya karena pandangan mata, semua itu terjadi karena Allah menciptakan di dalam unsur ruh suatu kekuatan yang bisa memberikan pengaruh, dan karena pengaruh tersebut sangat berkaitan dengan mata maka pengaruh yang ditimbulkannya disebut al-ain (mata), sebenarnya bukan mata yang memberikan pengaruh akan tetapi yang sebenaranya terjadi adalah pengaruh ruh, maka pandangan yang keluar melalui mata seorang (yang hasad atau kagum) adalah panah maknawi yang jika mengenai suatu jasad yang tidak berprisai maka panah tersebut akan mempengaruhi badan dan jika tidak berpengaruh berarti ia tidak mengenai sasarannya akan tetapi kembali kepada pemiliknya, persis sama dengan panah biasa" Fathul Bari, Ibnu Hajar 10/212.

‘Ain bukanlah sihir melainkan sebuah penyakit yang diakibatkan oleh setan yang memanfaatkan perasaan tidak suka atau kagum yang berlebihan yang dirasakan oleh manusia terhadap manusia lainnya tanpa melibatkan Allah kemudian setan mengirimkan panah hasad kepada manusia yang dikagumi atau dibenci tersebut sehingga menimbulkan kemalangan.
Secara sederhana ain disebabkan karena inisiatif setan atas perasaan manusia yang tidak mengingat Allah saat membenci dan menyukai seseorang.
Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit 'ain itu haq (benar) (HR Ahmad). Sehingga Apabila seseorang melihat sesuatu yang mengagumkan pada diri saudaranya, hendaklah ia mendoakan keberkahan untuknya (seperti mengucapkan: “Baarokallaahu fiyk”, Semoga Allah memberkahimu), inilah cara untuk mencegah penyakit ‘ain. 

Di antara tanda bahwa seseorang terkena penyakit ain adalah kepala pusing, wajah yang menguning, banyak berkeringat, banyak kencing, sering ingin muntah dan menguap, sedikit tidur atau banyak tidur, tidak mempunyai nafsu makan, basah pada kedua tangan dan kaki yang disertai dengan kesemutan, hati bergetar, perasaan takut yang tidak normal, marah dan temperamental yang berlebihan, sedih dan sempit di dalam dada, terasa nyeri pada bagian bawah punggung dan antara dua pundak serta tidak bisa tidur pada waktu malam. badan terasa lemah. Orang yang dipandang sering merasa mual dan muntah tanpa sebab, dan rasa ingin menangis tanpa sebab.
Diantara tanda-tanda anak yang terkena pengaruh buruk ‘ain adalah : Tangisan yang tidak wajar yang tidak kunjung berhenti, kejang-kejang tanpa sebab yang jelas, tidak mau menyusu kepada ibunya tanpa sebab yang jelas.

“’Ain itu benar adanya, andaikan ada sesuatu yang dapat mendahului taqdir maka ‘ain akan mendahuluinya, dan apabila kalian diminta mandi (untuk mengobati orang yang kalian timpakan penyakit ‘ain) maka mandilah.” [HR. Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma]
Untuk itu kita harus berdoa dan mendoakan anak kita agar terhindar dari penyakit 'ain.
أَعُوذُبِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ
 
A'udzu bikalimaatillahit tammati min kulli syaithonin wa ham matin wa min kulli 'ainin laamat (“Aku berlindung dengan kalimat kalimat Allah yang sempurna dari setiap syaitan, binatang berbisa, dan dari setiap mata yang jahat.” HR. Bukhari).
Sedangkan untuk anak, letakan tangan di dadanya dengan membaca doa :

أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّة

U'iidzukumaa bikalimaatil laahit taammati min kulli syaithoonin wa haammatin wa min kulli 'ainin laammati
(Aku memohon perlindungan dengan kalimat Allah yang sempurna untuk kalian berdua, dari gangguan setan dan binatang berbisa, dan dari pandangan mata ('ain) yang membuat sakit." (HR. Bukhari & Abu Daud )

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam senantiasa membaca bacaan tersebut untuk perlindungan Al Hasan dan al Husain, yang merupakan bacaan Nabi Ibrahim alaihi salam untuk perlindungan Ismail dan Ishaq.

(Penjelasan : Ini do’a khusus untuk anak, dalam teks diatas untuk dua anak. Untuk 1 anak laki-laki maka ucapkan : “U’idzuka…” dan untuk 1 anak perempuan ucapkan lahfadz “U’idzuki…” untuk banyak anak; “U’idzukum…”).

Lalu teman timku membantu mengobati anaknya tersebut dengan cara berikut :
Meletakkan tangannya di atas kepalanya, membaca ta'awwudz dan alfatihah kemudian membaca doa :
Membaca ta'awwudz :
أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ، وَنَفْخِهِ، وَنَفْثِهِ
"a’uudzubillaahis samii’il ‘aliimi minas syaithaanir rajiim min hamzihi wa nafkhihi wa naftsihi" (aku memohon perlindungan kepada Allah, dari setan yang terkutuk yaitu dari gangguannya, kesombongannya dan sya’irnya)

Lalu membaca surah Al Fatihah dan di lanjutkan membaca doa :

بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ

"Bismillaahi arqiika min kulli syai-in yu’dziika, min syarri kulli nafsin au ‘ainin haasidin, Allaahu yasyfiika bismillaahi arqiika" (“Dengan asma Allah aku meruqyahmu dari setiap hal yang mengganggumu, dan dari setiap keburukan setiap jiwa dan setiap mata yang jahat. Semoga Allah menyembuhkanmu, dengan asma Allah aku meruqyahmu.” (HR. Muslim : 2186).

 بِاسْمِ اللَّهِ يُبْرِيكَ وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيكَ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ وَشَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ.

“Bismillahi yubrika wa min kulli daa’in yusyfika wa min syarri haasidin idza hasada wa syarri kull ziy ‘ain” (“Dengan asma Allah semoga Allah memulihkanmu, dan semoga Allah menyembuhkanmu dari setiap penyakit, dan dari setiap keburukan orang yang hasad ketika mereka hasad, dan dari setiap pandangan mata jahat.” (HR Muslim : 2186).

اللَّهُمَّ ربَّ النَّاسِ ، أَذْهِب الْبَأسَ ، واشْفِ ، أَنْتَ الشَّافي لا شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ ، شِفاءً لا يُغَادِرُ سقَماً

"Allaahumma rabbannaas adz-hibil ba’sa wasyfi antasy syaafii laa syifaa-a illa syifaauka syifaa-an laa yughaadiru saqoman" (“Ya Allah Tuhannya manusia, hilangkanlah sakit, sembuhkanlah, Engkaulah Dzat Yang Maha Penyembuh, tiada kesembuhan melainkan dari Engkau asalnya, kesembuhan yang tidak meninggalkan bekas sakit.” (HR. Bukhari : 5675).

Doa ruqyah tersebut adalah doa ruqyah malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw dan doa ketiga adalah doa menjenguk orang sakit.

Kemudian mengobati ibu rika dengan cara yang sama, karena ibu rika juga ternyata terkena penyakit 'ain. Dan membuatkan air untuk minumnya dengan membacakan surah dan doa yang sama untuk rutin di minum. Lalu teman timku memberikan kepada pak tarjo bacaan bacaan tersebut untuk ia lakukan kepada anak dan istrinya, juga untuk mendoakan dirinya agar mendapat perlindungan Allah dari penyakit 'ain. Karena walaupun ibu rika dan anaknya telah sembuh, namun harus tetap di lakukan pengobatan agar benar benar sembuh total dan sekaligus menjadikan perisai bagi mereka.
(Catatan : Jika diketahui orang yang memandang tadi, maka ia diminta untuk mandi di atas ember besar sehingga airnya tertampung dan air sisa mandi ini disiram/diguyur sekaligus sekali guyuran ke atas kepala orang yang sakit, ia akan sembuh seketika itu pula. Sebagaimana cara ini dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, dishahihkan oleh Imam Al-Albani dalam Shahihul Jami’ : 3908).

Setelah semuanya selesai, kamipun pulang ke samarinda, tak lupa mengingatkan pak tarjo untuk rutin melakukannya untuk istri dan anaknya.

Sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam:

1.”Berlindunglah kalian kepada Allah Ta’ala dari ‘ain karena sesungguhnya ‘ain itu haq (benar).” Shahih: HR.Ibnu Majah, Al Hakim dari Aisyah Radhiyallahu Anha.

2.”Kebanyakan orang yang mati dari umatku, setelah takdir dan qadha’ Allah, disebabkan oleh ‘ain.” HR. Al Bukhari.

Penyakit 'ain ini mematikan, namun bisa juga hanya mengakibatkan penyakit mental dan psikis seperti kejiwaan dan atau epilepsi bagi anak anak. Dan penyakit ini tidak ada masa berlakunya, berbeda dengan sihir kiriman. Namun, Inshaa Allah, dengan dzikir dan doa, akan mendapatkan perlindungan Allah dan terhindar dari penyakit 'ain. Untuk itu, janganlah terlalu berlebihan dalam hal duniawi, dan kekaguman, yang mana akan menimbulkan hasad/dengki atau takjub/kekaguman yang berlebih.
Semoga kita semua selalu di berikan kebaikan, kesehatan dan keberkahan. Aamiin

#AvriRusdi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Kami Cuma Bersihkan Rumput… Tapi yang Datang Malah Pengawas 😳”

Dua hari sebelum hari H, tak ada yang terasa istimewa. Kami hanya melakukan hal yang biasa: membersihkan plang nama ...