Anak yang terkena penyakit buyu (di isap hantu buyu).
Suatu saat, aku sempat berkumpul dengan teman2 tim, namun tidak lengkap, hanya berempat, karena yang lain sedang bekerja dan belum waktunya off (kami memang telah terpisah karena pekerjaan masing2, hanya terkadang terkumpul). Kami berkumpul di rumah teman tim kami yang sudah tidak ikut lagi karena suatu insiden saat melakukan penyelidikan mistis. Kami bersamanya pergi ke rumah sakit untuk mengantarkannya terapi syaraf, karena lukanya dulu mengenai syaraf yang berhubungan ke otak sehingga mengganggu syaraf ke kakinya hingga tak bisa bergerak dan harus menggunakan kursi roda. Singkat cerita, saat di rumah sakit tersebut, kami bertemu dengan suami istri dan seorang anak bayinya di ruang pembayaran dan pengambilan obat. Anak bayinya tersebut selalu menangis. Mereka baru selesai berobat dan sedang menunggu pengambilan obat. Karena aku juga suka anak kecil, aku kasian melihatnya, aku dekati, matanya selalu membelalak ke atas dan menangis, kadang menangis jingkar/keras. Saat ku tanyakan, ayahnya (pak aswin -sebut saja begitu namanya) menjawab jika anaknya kena sakit buyu, itupun kata orang yang faham, jawabnya. Ini sudah ke sekian kali dia membawa anaknya berobat. Namun belum ada kesembuhan. Memang bayinya tersebut cukup kurusan, matanya celung, susah makan, selalu menangis hingga menangis keras, sawan/rentan sakit dan over atractive, jelasnya lagi. Menurut medis, hal itu di karenakan kekurangan gizi, dan itu memang benar. Penyakit buyu itu sebenarnya adalah kekurangan gizi yaitu utamanya zat besi dan seng (zinc). Namun banyak orang menganggapnya terkena penyakit buyu (di isap hantu buyu). Sehingga mulailah mendatangi orang yang bisa menawarnya seperti ke 'orang pintar'. Sehingga malah terlupakan asupan gizinya. Penyakit kekurangan gizi itu cukup berbahaya seperti yang terjadi di sebagian afrika dan ethiopia. Selalu ada penjelasan ilmiah di balik hal mistis. Namun terkadang memang ada hal yang tidak bisa di jelaskan secara medis.
Ayahnya mengatakan, sudah juga memanggil orang pintar untuk menawari bayinya. Di berikan air, di baca-bacai di ubun-ubunnya, di sembur-sembur, namun hanya sembuh sementara saja, setelah 2-3 hari, kambuh lagi sakitnya. Aku juga melihat kalung berwarna hitam di lehernya dan pergelangan tangannya (kata pak aswin, di beri orang pintar untuk perlindungan dan penangkal dari hantu buyu). Karena kasian, aku meminta untuk menggendongnya, saat ku gendong, ku minta teman timku membacakan beberapa ayat dan di tiupkan ke mulutnya, bayi tersebut langsung menangis keras. Lalu kami hentikan. Lalu bayi itupun ku kembalikan kepada ayahnya, dan ku tanyakan tempat tinggalnya. "Kami tinggal dekat sini aja mas, di pasundan, ada perumahan di situ." Katanya. Lalu ku katakan jika ia berkenan, kami mampir ke rumahnya. Mungkin saja ada sesuatu hal yang tidak kita ketahui secara ilmiah. Iapun mengiyakan. "Iya mas, silakan aja mas, kasian anak kami." Iapun memberikan alamat dan nomor hp nya. Setelah mengambil obat, merekapun pulang, begitu juga kami. Setelah kami mengantar teman kami pulang, sehabis dzuhur kami ke rumah suami istri tersebut di pasundan, kampung jawa. Setelah di arahkan melalui telpon, kamipun sampai di rumahnya. Kamipun di persilakan masuk.
Saat di dalam, aku mendengar suara di telingaku, "La tazeajni, 'iin lam yakun, adhit altifl." (Jangan ganggu aku, jika tidak, aku sakiti anak itu). Aku tidak menjawabnya. (Terkadang, aku memang bisa mendengar mereka berkata, hanya terutama saat mereka ingin berkata padaku). Setelah pak aswin mempersilakan duduk, ahli IT (teknologi informasi) kami menyalakan beberapa peralatan, ultraviolet searchlight (semacam alat pendeteksi uang di bank berwarna biru, namun ini berbentuk lampu sorot), thermal camera (kamera pendeteksi panas), standard camera (mini cctv), radio transmitter serta menyalakan laptopnya menggunakan software khusus yang tersambung dengan thermal camera dan standar camera (software/program tersebut di buat sendiri oleh kedua ahli IT kami). Ia arahkan kamera dan lampu ultraviolet ke dinding-dinding rumah hingga ke kamar, karena kami mencurigai sesuatu yang kami tau. Kami tidak banyak bicara dengan pak aswin, hanya meminta ijin untuk mendeteksi. Setelah beberapa saat, kami deteksi memang ada sesuatu hal mistis yang ada di rumahnya dan mengganggu bayi mereka (kami hanya mendeteksi, tidak merekamnya). Aku jelaskan kepada pak aswin, jika memang, bayinya bukan sekedar sakit medis, namun memang di ganggu oleh jin. Jin itu adalah jin ummu sibyan. Hal itu mengejutkan pak aswin dan istrinya. "Itu jin apa mas ?" Tanyanya. Lalu ku jelaskan. Jin ummu sibyan itu adalah adalah jin yang mengganggu bayi yang baru lahir dan anak-anak (biasanya kurang dari 2 tahun) bahkan bisa menempel pada tubuhnya, serta mengganggu wanita yang hamil, jin Ummu Sibyan itu memiliki wajah yang mengerikan dengan mata 1 yang besar dan berjalan di dinding seperti cicak, Ummu Sibyan juga dapat mengikat rahim wanita serta membunuh bayi yang masih dalam kandungannya.
Jin ini juga mampu masuk ke dalam rahim wanita dan mengikat rahimnya serta menyumbatnya dengan tujuan agar kaum wanita itu tidak bisa mengandung. Jin ini juga masuk ke dalam perut wanita yang hamil, di waktu janin di dalam kandungannya sedang tumbuh, jin ini akan menendangnya, maka berlakulah keguguran dan jadilah rahimnya kosong semua (biasanya orang menyebut janin hilang, di dlm medis di sebut sebagai fenomena blighted ovum dan pseudocyesis). Untuk itu, tutup pintu dan jendela rumah di waktu Maghrib dan jangan angkat atau masukkan baju yang sudah dijemur diluar rumah pada waktu Maghrib (jemuran tak kering). Lalu aku meminta untuk menggendong bayinya, untuk melepaskan kalung di lehernya dan tangannya yang berwarna hitam. Teman timku yg spesialis peruqyah sudah ingin memulai membacakan ayat2 ruqyah khusus untuk anak bayi (sebenarnya belum boleh melakukan metode ruqyah pada bayi karena kondisinya, biasanya hanya diberikan air yang telah di bacakan ayat2 dan doa, namun saat tertentu, di perbolehkan jika memungkinkan). Namun saat teman timku hendak membacakan ayat2, langsung ku hentikan, dan ku katakan padanya, "biar ayahnya aja yang melakukannya, agar lebih menghayati karena ada keterkaitan darah, sekalian mengajarkannya." Lalu bayi tersebut ku serahkan lagi kepada pak aswin untuk di gendongnya. Metode ruqyah, (apalagi untuk anak bayi), tidak bisa hanya sekali, bisa beberapa kali. Dan mungkin kami tidak bisa melakukannya terus menerus, karena kami juga bekerja. Sehingga kami mengajarkan pak aswin untuk itu.
Metode ruqyah, memang tergantung pada niat diri sendiri dan atau keluarganya. Jika tidak ada niat dan kemauan, maka akan sulit menyembuhkannya, karena ia akan merasa malas melakukannya terus menerus. Sehingga hal yang sangat baik jika di lakukan sendiri. Kecuali memang harus di bantu oleh peruqyah. Ahli IT kami mematikan semua peralatan dan menyalakan ipad-nya, untuk membuka aplikasi pdf, di mana terdapat file yang berisikan tata cara dan ayat2 ruqyah tertentu untuk anak bayi. Sebelum di mulai, aku meminta pak aswin untuk berwudhu dan shalat hajat 2 rakaat agar lebih adfol (jika tidak shalat hajat, cukup dengan berwudhu, karena membaca ayat-ayat Allah, sangat lebih baik dlm keadaan wudhu/suci, bahkan sangat di anjurkan). Kemudian membaca ayat kursyi untuk melindungi ruangan dan al Falaq, an Nas sebagai proteksi jiwa. Lalu ku arahkan dan di bantu ahli IT kami yang memegang ipad, pak aswin membacakan do’a perlindungan dan ruqyah untuk anak sebagaimana Nabi sholallahu 'alaihi wa sallam lakukan. Dengan cara sederhana, yaitu letakan telapak tangan kanan didadanya dan bacakan :
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شَافِىَ إِلاَّ أَنْتَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
ALLAHUMMA RABBAN NAAS MUDZHIBAL BA’SI ISYFI ANTASY-SYAAFII LAA SYAFIYA ILLAA ANTA SYIFAA’AN LAA YUGHAADIRU SAQOMAN. (Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembuhkanlah ia. (Hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi. ( HR. Bukhari, no. 5742; Muslim, no. 2191).
(Doa tersebut adalah doa menjenguk orang sakit dan di anjurkan membacanya saat menjenguk orang yang sakit).
Kemudian di lanjut membaca :
أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّة
U'IIDZUKUMAA BIKALIMAATIL LAAHIT TAAMMATI MIN KULLI SYAITHOONIN WA HAAMMATIN WAMINKULLI 'AININ LAAMMATI (Aku memohon perlindungan dengan kalimat Allah yang sempurna untuk kalian berdua, dari gangguan setan dan binatang berbisa, dan dari pandangan mata ('ain) yang membuat sakit." (HR. Bukhari & Abu Daud )
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam senantiasa membaca bacaan tersebut untuk perlindungan Al Hasan dan Al Husain, yang merupakan bacaan Nabi Ibrahim alaihi salam untuk perlindungan Ismail dan Ishaq.
(Penjelasan : Ini do’a khusus untuk anak, dalam teks diatas untuk dua anak. Untuk 1 anak laki-laki maka ucapkan : “U’idzuka…” dan untuk 1 anak perempuan ucapkan lahfadz “U’idzuki…” untuk banyak anak; “U’idzukum…”, karena anak pak aswin satu dan laki-laki, maka mengucapkan “U’idzuka").
Selanjutnya mendekap bayi ke dada dengan penuh keyakinan dan kasih sayang. Karena itulah aku meminta pak aswin yang melakukannya (Letakan tangan dipunggung, atau ditempat yang nyaman) dan mulai bacakan ayat-ayat ruqyah tahap pertama (Al Fatihah, Al Baqarah 1-4, 163-164, 255-257, 284-286). Lalu hentikan dan perhatikan kondisi bayi.
Jika tangisannya semakin kuat, maka letakkan tangan di dahinya dan kami rekomendasikan surah Al Mulk 1-13. Jika masih menangis, ulang-ulang ayat 3, 4 dan 5 untuk menetralisir 'Ain. Bisa juga menambahkan surah al Hasyr 21-24 untuk penghancuran penyakit. (Jika ia kena sihir, tambahkan surah Al A’raaf 117-122, Taha 69 dan Yunus 81-82 atau ayat-ayat lain dalam al Qur’an yang berkaitan dengan sihir).
Dan alhamdulillah, bayi pak aswin pun tangisannya sudah menenang. Lalu ku minta longgarkan, atau ganti posisi atau cara kita memegangnya, (pak aswin menggendongnya dengan cara biasa) lalu bacakan surah Al Fajr 1-30. (Atau jika tidak hafal, atau merasa berat, baca ayat 27-30 saja), ulang 3 kali untuk memanggil jiwanya kembali.
Lalu setelah bayi pak aswin tenang, kemudian di lanjutkan di tutup dengan membacakan Al Ikhlas, al Falaq, dan An Nas masing-masing 3 kali. Tiup dan usapkan keseluruh tubuhnya.
Kemudian ku minta istrinya untuk mengambil segelas air putih, dan ku minta pak aswin membacakan Al Fatihah, Ayat Kursyi, Al Kaafirun, al Falaq dan An Nas lalu tiupkan dan do’akan agar jadi penenang jiwanya, melapangkan dadanya, mengobati penyakitnya, membatalkan sihirnya dan meracun jinnya (seperti doa yang pertama dan kedua - doa menjenguk orang sakit dan doa untuk anak). Kemudian di minumkan (boleh ditambah madu, atau menggunakan air zamzam murni lebih baik, air tersebut juga bisa di buat dalam jumlah banyak untuk minumnya sehari-hari {jgn di campur susu}), dan usapkan kewajahnya (lebih afdhal mandikan, boleh ditambah air hangat).
(Penjelasan : Sunnah untuk meniup kepada mulut bayi, untuk melaknat syaitannya dan mengalirkan berkah al Qur’an kepadanya. Tiupkan selama 3 hingga 7 kali selama pembacaan ayat-ayat diatas). Setelah selesai semuanya, ucapkanlah Alhamdulillah.
Ahli IT kamipun kembali menyalakan peralatannya, karena akupun tidak mendengar lagi suaranya (karena saat ruqyah di lakukan pas aswin, sayup ku dengar suara jeritan dan rintihannya, tapi aku tidak peduli). Dari deteksi, memang sudah tidak ada lagi tanda-tanda keberadaannya. Namun, harus tetap berjaga dan berhati-hati. Memang biasanya, jin ummu sibyan itu tidak terlalu sulit untuk menghalaunya, bahkan dengan membaca Al Fatihah, ayat kursyi di sambung dengan Al Mu'awwizatain, jin tersebut sudah bisa di halau, bahkan bi'idznillah (dengan ijin Allah), jin ummu sibyan bisa mati. (“Telah diturunkan kepadaku ayat-ayat yang tidak setanding sepertinya yaitu Al-Mu’awwizatain (surat al falaq dan surat an nas.” (HR Muslim, At Tirmidzi, An Naasa’i).
Setelah usai, karena waktu juga telah memasuki ashar, kami mengajak pak aswin dan istrinya untuk berjamaah. Setelahnya, temanku yang hafizh membacakan surat Al Baqarah sampai selesai, tak butuh waktu lama, karena ia sudah biasa dan fasih hafalannya (sebenarnya aku iri dengannya, karena aku tidak mampu menghafalnya, namun itulah kami, memiliki ilmu pengetahun sendiri-sendiri dan saling melengkapi).
Dan ku minta pula kepada pak aswin untuk membaca surat Al Baqarah sendiri, tidak harus langsung selesai, bisa di cicil tiap hari/malam atau setelah magrib.
Rasulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
“Janganlah menjadikan rumah-rumah kalian layaknya kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat Al Baqarah” (HR. Muslim). Serta ku minta ia untuk melakukan metode ruqyah seperti yang ia lakukan tadi setiap ada waktu (tiap hari lebih baik) hingga bayinya benar-benar sembuh. Teman timku pun memberikan hasil print yang memang selalu di bawa tentang tata cara dan ayat-ayat ruqyah yang harus di bacanya seperti yang tadi di lakukannya. Akupun mengirimkannya melalui WA kepadanya, sebagai tambahan. Setelah semuanya selesai, kamipun pulang. Beberapa waktu kemudian, pak aswin memberikan kabar jika bayinya telah benar-benar sembuh, tidak ada gangguan lagi, sudah bernafsu makan dan minum ASI, dan iapun berterima kasih. Akupun mengatakan, bersyukurlah kepada Allah dan bershalawatlah kepada Rasulullah, karena kami hanya membantu dan menyampaikan ulang saja. Segala kesembuhan berasal dari ijin dan ridha Allah.
Kami tidak selalu melakukan sendiri hal-hal seperti itu. Terkadang, kami meminta orang tuanya dan atau keluarganya yang melakukan, agar supaya suatu saat nanti, bisa melakukannya sendiri atau kepada orang lain yang memerlukan. Yang penting adalah niat untuk menyembuhkan diri sendiri.
Namun perlu di ingat, jika anak mengalami gejala-gejala seperti itu, hendaknya yang utama adalah berobat ke dokter, jangan lantas berasumsi hal-hal mistis. Karena belum tentu hal mistis penyebabnya, bisa jadi hanya gangguan medis saja. Jika sampai waktu tertentu memang belum ada kesembuhan, baru berasumsi, namun jangan sampai melakukan hal-hal yang di kuatirkan bisa menimbulkan syirik, seperti menggunakan kalung berwarna hitam seperti yang pak aswin kenakan pada bayinya. Hal itu sama saja dengan ia mempercayai kekuatan dan berlindung kepada kalung tersebut, bukan karena mengharapkan perlindungan dan ridha dari Allah. Demikianlah cerita pak aswin dan keluarga kecilnya, pasangan muda yang belum lama di karuniai anak. Itulah sebabnya saya menceritakan kisah ini, yang semuanya di lakukan sendiri oleh pak aswin, bukan kami, agar tidak di anggap suatu kesombongan, karena kami sama sekali tidak memiliki kemampuan, hanya berpegang teguh pada keyakinan dan kekuatan Allah semata, menggunakan ayat-ayat Allah, hadits dan sunnah Rasulullah. Dan kami hanya penyelidik, bukan paranormal, orang pintar atau ustadz, hanya memiliki ilmu pengetahuan di bidangnya masing-masing.
Laa haula Wala Quwwata Illa Billahil 'Aliyil Adziim (Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung : HR. Bukhari no. 7386). Sekian.
Oleh Avri Rusdi
#KisahMisteriAreaKaltim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar