Jumat, 31 Januari 2020

Kisah SEORANG DOKTER muslim




*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Kisah SEORANG DOKTER.

Sejak pulang dari itikaf di masjid selama 3 hari bersama jamaah dakwah, dokter Agus menjadi pribadi yang berbeda. Sedikit-sedikit bicaranya Allah, sedikit-sedikit bicaranya Rasulullah.

Cara makan dan cara tidurnya pun berbeda, katanya itulah cara tidur Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
Rupanya, pengalaman itikaf dan belajar di masjid betul-betul berkesan baginya.

Ada semangat baru. Namun beliau juga jadi lebih banyak merenung. Dia selalu teringat-ingat dengan kalimat yang dibicarakan amir jamaah. “Obat tidak dapat menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Allah.
Obat bisa menyembuhkan berhajat kepada Allah, karena sunnatullah. Sedang Allah menyembuhkan, tidak berhajat melalui obat.

Allah bisa menyembuhkan dengan obat atau bahkan tanpa obat. Yang menyembuhkan bukanlah obat, yang menyembuhkan adalah Allah”.

Dia-pun merenung, bukan hanya obat, bahkan dokter pun tidak punya upaya untuk memberi kesembuhan. Yang memberi kesembuhan adalah Allah.

Sejak itu sebelum memeriksa pasiennya, beliau selalu bertanya.
“Bapak sebelum kesini sudah ijin dulu kepada Allah?” atau “Sudah berdoa meminta kesembuhan kepada Allah?” atau “Sudah lapor dulu kepada Allah?”.

Jika dijawab belum (kebanyakan memang belum), beliau meminta pasien tersebut mengambil air wudhu, dan shalat 2 rakaat di tempat yang telah disediakan.

Jika memberikan obat, beliau pun berpesan dengan kalimat yang sama. “Obat tidak bisa menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Allah. Namun berobat adalah sunnah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan sebagai ikhtiar dan sunnatullah, agar Allah mau menyembuhkan”.

Ajaib! banyak pasien yang sembuh.

Jika diperiksa dengan ilmu medis, peluang sehatnya hampir tidak ada, ketika diberikan terapi “Yakin” yang diberikan beliau, menjadi sehat.

Pernah ada pasien yang mengeluh sakit, beliau minta agar orang tsb untuk shalat 2 rakaat (minta ampun dan minta kesembuhan kepada Allah), ketika selesai shalat pasien tersebut langsung merasa sehat dan tidak jadi berobat. (Allahu-Akbar)

Rudi, Asistennya bertanya, kenapa dia langsung sembuh?
Dr. Agus katakan, bisa jadi sumber sakitnya ada di hati, hati yang gersang karena jauh dari Allah.

Efek lain adalah pasiennya pulang dalam keadaan senang dan gembira. Karena tidak hanya fisiknya yang diobati, Namun batinnya pun terobati.

Hati yang sehat, membuat fisik yang kuat. Dan sebaik-baik obat hati adalah Dzikir, Al-Quran, Wudhu, Shalat, Do'a dan tawakal pada Allah.

Pernah ada pasien yang jantungnya bermasalah dan harus di operasi.

Selain “Yakin”, beliau juga mengajarkan terapi cara hidup Rasulullah.

Pasien tersebut diminta mengamalkan satu sunnah saja, yaitu sunnah tidur. Sebelum tidur berwudhu, kalo bisa shalat 2 rakaat, berdoa, berdzkir, menutup aurat, posisi kanan adalah kiblat, dan tubuh miring ke kanan.

Seminggu kemudian, pasien tersebut diperiksa. Alhamdulillah, tidak perlu dilakukan operasi. Allah telah memberi kesembuhan atasnya.

Ada juga pasien yang ginjalnya bermasalah. Beliau minta agar pasien tersebut amalkan sunnah makan dan sunnah di dalam WC. Makan dengan duduk sunnah sehingga posisi tubuh otomatis membagi perut menjadi 3 (udara, makanan, dan air). Kemudian buang air kecil dengan cara duduk sunnah, menguras habis-habis kencing yang tersisa dengan berdehem 3 kali, mengurut, dan membasuhnya dengan bersih. seminggu kemudian, saat diperiksa ternyata Allah berikan kesembuhan kepada orang tersebut.

Rudi pernah sedikit protes. Sejak melibatkan Allah, pasiennya jadi jarang bolak-balik dan beresiko mengurangi pendapatan beliau.
Namun Dr. Agus katakan bahwa rezeki adalah urusan Allah.

Dan beliau jawab dengan kalimat yang sama dengan redaksi yang berbeda, bahwa “Sakitnya pasien tidak dapat mendatangkan rezeki, yang memberi rezeki adalah Allah.

Allah juga bisa mendatangkan rezeki tanpa melalui sakitnya pasien”.

6 bulan berikutnya seorang pasien yang pernah sembuh karena diminta shalat oleh beliau, datang ke klinik, mengucapkan terima kasih, dan berniat mengajak dokter serta asistennya umroh bulan depan.

Dr. Agus kemudian memanggil Rudi ke dalam ruangan. Sebenarnya beliau tahu bahwa Rudi ingin sekali berangkat umrah. Namun kali ini beliau ingin bertanya langsung dengannya.

“Rudi, bapak ini mengajak kita untuk umrah bulan depan, kamu bersedia?”.
Rudi tidak menjawab, namun matanya berbinar, air matanya tampak mau jatuh.
“Sebelum menjawab, saya ijin sholat dulu pak”. Ucapnya lirih. Ia shalat lama sekali, sepertinya ini shalat dia yang paling khusyu'. Pelan, terdengar dia terisak-isak menangis dalam doanya.
------
https://t.me/semangatsubuh

*_Selamat menunaikan ibadah shalat subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Mari Kita Belajar Bersyukur


*_Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Mari Kita Belajar Bersyukur....

Lihatlah orang sakit, perhatikan yg tertimpa bencana, lihat org terpenjara, kan kau dapati, pada dirimu ternyata menyimpan segudang nikmat...

Nikmat itu yang penting bukan apa yang kita miliki, tapi apa yang kita rasakan dan syukuri...

Dua orang mendpatkan keuntungan yg sama; Bisa jadi yg satu merasa untung tiada kira, yg satu merasa kurang dan merana... Ini soal bagaimana mensyukuri...

Dalam bhs Arab antara nikmat نعمة dan niqmah نقمة yang berarti azab sangat tipis bedanya. Nikmat yg sama dpt jadi berkah, dpt jadi azab..

Nikmat menjadi barokah, ketika kita gunakan pada apa yg Allah cintai dan ridhai, tp jadi sumber azab, kalau digunakan di jalan kemaksiatan..

Bahkan dlam kekurangan, keterbatasan, keterhalangan, keterdesakan boleh jadi tersimpan nikmat.

Betapa banyak kekurangan kita menyebabkan berkurangnya potensi keburukan yang akan kita dptkan apabila diberi kelebihan....

Betapa banyak keterhalangan kita, menghalangi kita untuk melakukan perbuatan nista dan tercela dibanding bila segalanya terbuka...

Betapa banyak keterdesakan kita, mendesak kita utk kuat berikhtiar dan kian pasrah, dibanding apabila segalanya serba lapang kita rasakan..

Betapa banyak keterpurukan kita, membuat kita terpuruk dan tersungkur di hadapan kebesaran Allah, memohon ampun dan pertolongannya....

Belajarlah mensyukuri hal2 yg dianggap sepele; Udara segar, tidur nyenyak, pedasnya sambel :) anak2 sehat, keluarga rukun... dll

Yang mudah mensyukuri hal-hal kecil, tentu akan lebih bersyukur pada kenikmatan yang lebih besar.


Kamis, 23 Januari 2020

KEBERSAMAAN

*_Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

KEBERSAMAAN

Jangan bilang-bilang ya, saya ini sebenarnya orang yang gampang terpengaruh secara emosional dengan apa yang sedang saya lihat.

Contohnya saat keponakan saya sungkem pada kedua orang tuanya setelah prosesi akad nikah, saya lihat ayah si mempelai perempuan tersedu-sedu demi menyaksikan putri kecilnya kini telah dewasa dan harus berpisah darinya.

Tanpa terasa, air mata saya juga berlinang. Seolah saya ikut menyelami perasaan berat yang dialami si ayah.

Begitu pula ketika menyaksikan tangis bahagia para pemain Perancis merebut Piala Dunia, entah mengapa seolah kebahagiaan mereka menular pada saya hingga pelupuk mata ini jadi basah pula.

Tidak salah dalam kitab Al-Hikam disebutkan bahwa, al-mujanasah takunu bil mujalasah. Seseorang akan serupa dengan siapa yang sedang bersamanya. 

Jika kita sedang bersama orang yang bahagia, maka akan ikut bahagia. Begitupun saat bersama dengan orang yang sedih, maka kesedihannya terasa pula pada diri kita. 

Tidak terkecuali saat menemani bersama orang yang ramah, kita akan ikut menjadi ramah. Atau ketika menemani bersama orang yang sedang bergosip maka kita pasti jadi bergosip pula. 

Itulah mengapa Ibunda Maryam diperintahkan dalam Surat Ali Imran ayat 43, 

وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ

"Dan shalatlah engkau bersama dengan orang-orang yang shalat."

Maka kini menjadi panduan bagi kita semua, apa yang kita butuhkan pada hari ini?

Jika membutuhkan semangat, maka carilah teman yang kita kenal penuh optimis, dan cobalah bersama dengannya hari ini saja. Insya Allah kita jadi semangat. 

Jangan sampai kita ini yang sedang belajar menjadi orang baik, tapi masih saja membersamai teman yang suka menyinggung orang lain, menyesali keadaan, dan mengumpat takdir Allah.

Kapan kita berhasil memperbaiki diri kalau begini terus? 

Salam Hijrah 
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

✍🏻Ustadz Arafat

https://t.me/semangatsubuh

*_Selamat menunaikan ibadah shalat subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Selasa, 21 Januari 2020

HAM *TAK PERNAH BERBUAT APA APA* KETIKA AKHLAK ANAK RUSAK, tetapi ketika anak dicubit untuk didisiplinkan HAM berbicara *LANTANG*

BANTU SEBARKAN BUAT MENDIDIK GENERASI CENGENG...

*Tidak semua pemukulan guru adalah kriminal* !!!

*ANDA PILIH MENEGAKKAN HAM (HAK ASASI MANUSIA) , ATAU AKHLAK ANAK KITA BOBROK???* 

HAM *TAK PERNAH BERBUAT APA APA* KETIKA AKHLAK ANAK RUSAK, tetapi ketika anak dicubit untuk didisiplinkan HAM berbicara *LANTANG*

 *(Sebuah Pelajaran Berharga untuk orang tua / walil murid)*

Hakim itu mengejutkan semua orang di ruang sidang. Beliau membebaskan terdakwa kemudian meninggalkan tempat duduknya lalu turun untuk mencium tangan terdakwa.

Terdakwa yang seorang guru SD itu juga terkejut dengan tindakan hakim. Namun sebelum berlarut-larut keterkejutan itu, sang hakim mengatakan, “Inilah balasan yang harus kulakukan sebagai rasa terima kasihku kepadamu, Guru.”

Rupanya, terdakwa itu adalah gurunya sewaktu SD dan hingga kini ia masih mengajar SD. Ia menjadi terdakwa setelah dilaporkan oleh salah seorang wali murid, gara-gara ia memukul salah seorang siswanya. Ia tak lagi mengenali muridnya itu, namun sang hakim tahu persis bahwa pria tua yang duduk di kursi pesakitan itu adalah gurunya.

Hakim yang dulu menjadi murid dari guru tsb mengerti benar, pukulan dr guru itu bukanlah kekerasan. Pukulan itu tidak menyebabkan sakit dan tidak melukai. *Hanya sebuah pukulan ringan untuk membuat murid-murid mengerti akhlak dan menjadi lebih disiplin.* Pukulan seperti itulah yang mengantarnya menjadi hakim seperti sekarang.

*Dulu, saat kita “nakal” atau tidak disiplin, guru biasa menghukum kita. Bahkan mungkin pernah "memukul" kita. Saat kita mengadu kepada orangtua, mereka lalu menasehati agar kita berubah. Hampir tidak ada orangtua yang menyalahkan guru karena mereka percaya, itu adalah bagian dari proses pendidikan yang harus kita jalani. Buahnya, kita menjadi mengerti sopan santun, memahami adab, menjadi lebih disiplin. Kita tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang hormat kepada guru dan orangtua.*

Lalu saat kita menjadi orangtua di zaman sekarang… tak sedikit berita orangtua melaporkan guru karena telah mencubit atau menghukum anaknya di sekolah. Hingga menjadi sebuah fenomena, seperti dirilis di Kabar Sumatera, guru-guru terkesan membiarkan siswanya. Fungsi mereka tinggal mengajar saja; menyampaikan pelajaran, selesai. Bukan mendidik...... Fungsi pendidikan sudah hilang krn tdk adanya kerjasama antara guru, orang tua dan masyarakat.

Jangan salahkan guru jika murid sekarang kurang mengerti ahlak dan hasil pendidikanya tidak seperti yg diharapkan orang tua.
Bukannya tidak mau mendidik muridnya lebih baik, mereka takut dilaporkan oleh walimurid seperti yang dialami teman-temannya. 
*Sudah beberapa guru di Sumatera Selatan dilaporkan wali murid hingga harus berurusan dengan polisi*.
*Di bantaeng guru disel....di jawa tengah guru sd mencubit siswanya dipidanakan...semuanya atas nama HAM...undang2 perlindungan Anak....tapi ketika moralitas hancur akhlak generasi bobrok pernahkan HAM dan dedengkotnya membuat aksi nyata menuntut perbaikan moral & akhlak anak bangsa ???.*
Semoga tulisan ini, bagi kita para orangtua atau walimurid, bisa membangun hubungan yang lebih baik dengan guru. Kita bersinergi untuk menyiapkan sebuah generasi masa depan. Bukan hubungan atas dasar transaksi yang rentan lapor-melaporkan.

Mohon di share ke grup lain.. 
Kalo ada grup yg banyak gurunya spy ada gunanya.. 
Bukan mencari pembenaran 
Tapi hanya membuka fakta..tuk Indonesia Raya Yang Berjaya dan Berdaulat....

Maaf yg punya WA silahkan share..🙏🏻👍💝👍🙏🏻 Trimes

Sabtu, 18 Januari 2020

SEBUAH RENUNGAN KYAI DAN PELACUR


*kisah inspiratif*
.
SEBUAH RENUNGAN 

KYAI DAN PELACUR

KH. Ali Yahya Lasem terkenal tampan, berbadan tegap dan atletis. Bila sarung, sorban, dan kopiahnya dibuka beliau mirip bule Eropa, Amerika atau Australia. Tak heran kalau banyak wanita terpesona.

Suatu hari beliau ada undangan mengisi pengajian di Jepara, saat di perjalanan mobil yang beliau tumpangi berhenti di sebuah lampu merah. Saat itu beliau duduk di samping sopir dengan melepas sorban dan kopiah yang dipakainya. Tiba-tiba seorang wanita muda, menor, dan seksi menghampirinya.

Wanita penghibur itu mengira bila lelaki gagah dalam mobil adalah turis banyak duit yang sedang mencari kesenangan di Indonesia.

“Malam, Om.”

“Malam.”

“Ikut dong, Om. Boleh, ya?”

“Oh, boleh, boleh. Silakan masuk.”

Wanita muda itu bergegas masuk mobil. Pintu ditutup dan mobil mulai jalan.

“Mau ke mana, Om? Butuh aku, gak? Aku temenin sampai pagi ya, Om?”

Sambil pakai lagi kopiah dan sorban Kiyai Ali santai menjawab, “Oo, ini lho mau ngaji di Jepara. Ndak apa-apa, silakan ikut aja.”

Wanita itu kaget dan salah tingkah, “Oh, jadi Bapak ini Kiyai, ya?”

Tadi panggil om sekarang panggil pak kiyai.

Lucu, ya? Kiyai Ali tersenyum geli.

“Maaf, Kiyai, saya benar-benar tidak tahu. Sekali lagi maaf.”

Wanita itu kian tegang dan raut wajahnya pucat ketakutan.

Tapi Kiyai Ali santai saja berkata, “Oo, ndak apa-apa. Santai saja, Mbak. Sekali-kali ikut pengajian bagus itu.”

“Ndak usah Kiyai, saya turun di sini aja.”

“Enggak bisa, pokoknya harus ikut. Tadi kan sampean bilang mau ikut, ya harus ikut.”

“Tapi saya kang gak pakai jilbab, Kiyai?”

“Gampang, nanti tak pinjem jamaah.”

“Tapi saya malu Kiyai?”

“Lho, sampean jadi pel#cur ndak malu, kok pengajian malah malu. Piye to?”

“Bagaimana ini, Kiyai?” Wanita itu makin salah tingkah, “Saya takut, Kiyai?” Tadi bilang malu sekarang katanya takut. Hehe..

Dengan bijak Kiyai Ali menenangkan, “Sudahlah, santai aja.”

Mobil pun terus berjalan hingga akhirnya sampai ke tempat tujuan. Jepara. Suasana tempat diselenggarakannya acara pengajian sudah ramai. Para jamaah laki-laki dan perempuan memadati area tempat acara. Gegap gempita para panitia menanti kedatangan Kiyai Ali.

Begitu turun dari mobil Kiyai Ali langsung menghampiri jamaah ibu-ibu, “Maaf Bu, bisa pinjam jilbabnya. Ini lho, Bu Nyai lupa bawa jilbab.”

Bu Nyai adalah panggilan kehormatan yang biasanya disematkan pada istri kiyai. Masa iya istri kiyai lupa berjilbab. Hehe.

Dengan sedikit bingung ibu itu menjawab tergesa-gesa, “Oh, bisa Kiyai. Sebentar saya ambilkan.”

Ibu itu bergeas pergi dan tak lama sudah kembali. Jilbab yang dibawanya itu di sodorkan ke dalam mobil dan langsung dipakai oleh sang wanita. Setelah rapi wanita itu turun dari mobil dan masyaallah… Langsung diserbu rombongan ibu-ibu untuk mencium tangannya. “Ngalap berkah,” katanya.

Mendapati sambutan kehormatan seperti itu, wanita yang kini disulap jadi Bu Nyai langsung berwajah pucat. Ia dipersilakan masuk, dijamu, dan dilayani bagaikan seorang ratu. Ada haru campur malu menyelinap di hatinya.

Pengajian pun digelar dengan seksama, Kiyai Ali menjadi pembicara yang luar biasa, penyampaiannya ringan tapi dalam makna kandungannya.

Usai acara Bu Nyai Dadakan dipersilakan menikmati jamuan rupa-rupa makanan. Lalu makan berat.

Tapi sebelum makan rombongan jamaah ibu-ibu mohon didoakan keberkahan dari Bu Nyai Dadakan, sontak saja ia kaget setengah mati. Sudah lama tak berdoa, sudah lupa doa yang dulu dihafal waktu kecil ngaji di kampung. Untungnya masih ingat Rabbana Atina Fi Dunya Hasanah, Wa Fil Akhirati Hasanah..

Pun demikian sebelum pulang, jamaah ibu-ibu bergantian cium tangan dan diantar dengan hormat sampai masuk mobil.

Selama perjalanan di mobil wanita penghibur itu menangis sedu sedan, sesenggukan dengan air mata bercucuran. Kiyai Ali dan sopir membiarkannya hingga reda..

Setelah suasana agak tenang, Kiyai Ali menasihati, “Apakah sampean tidak melihat dan berpikir tentang bagaimana orang-orang tadi memperlakukanmu, menghormatimu, mengerumunimu, mengantarkanmu, dan rela juga mereka antri hanya untuk dapat mencium tanganmu satu demi satu, bahkan minta berkah doa darimu, padahal tahu sendiri kamu siapa?”

Kembali sang wanita menangis, merasa hina, miris, dan sedih mengingat perbuatan dosa yang selama ini dilakukannya. Tapi Allah menutup aibnya, Allah sangat menyayanginya.

“Hari ini,” lanjut Kiyai Ali, “Sampean dapat nasihat yang mungkin nasihat berharga selama hidupmu, maka segeralah taubat dan mohon ampun sama Allah. Jangan sampai nyawa merenggut sebelum taubat.”
Tangisnya kian deras. Kiyai Ali membiarkannya.

Sambil terisak wanita itu berkata, “Terimakasih Kiyai atas nasihatnya, dan berkah dari kejadian ini. Mulai hari ini saya bertaubat dan berhenti dari pekerjaan bejat ini. Sekali lagi terimakasih Kiyai.”

Menyeksamai kisah ini berarti kita belajar bijaksana. Para ulama, pendahulu, dan guru kita para mubaligh *berdakwah dengan baik dan bijak, mengajak tanpa menginjak, menasihati tanpa menyakiti, dan menunjukkan kebenaran tanpa merendahkan derajat kemanusiaan.*

Inilah salah satu telaga yang indah dan menyejukkan, yang menjadikan banyak orang tertarik dengan Islam. Semoga jadi pelajaran bagi kita untuk menyampaikan kebenaran dengan baik.

Copas WA

Jumat, 17 Januari 2020

TIDUR YANG BERKUALITAS (DEEP SLEEP)



Harus di praktekkan nih..

Finally selama 1 bulan ini saya akhirnya menemukan cara tidur Deep Sleep.

Dan ini sangat membantu saya tetep sholat malam walau saya tidur jam 12 malam. 

Apa itu?

Pernah gag temen2 tidur selama 6-8 jam tapi bangun malah badan terasa capek?

Tidur adalah aktivitas sepele, tapi sesungguhnya aktivitas ini sangat penting sekali.

Tidur itu bukan soal kuantitas, tapi pada kualitasnya.

Selama 1 bulan ini setiap malam saya hanya tidur 2-3 jam sehari. Bangun sebelum shubuh dan tidak tidur lagi. Kebayang gimana capeknya?

Tapi ternyata enggak capek. Malah badan jadi enakeun. Karena saya bener2 tidur deep sleep.

Saya tau tidur deep sleep ini dari coach Armala. Tadinya heran, masak sih?

Setelah browsing2 ternyata bener. Ada 3 tahapan ketika kita tidur.

Light sleep. Tahapan kita baru aja tertidur.
Deep sleep. Tahapan kita bener2 tidur. Nyenyak pules. Dan itu berlangsung selama 2 jam.
Rem sleep. Tahapan dimana kita tidur tapi  bermimpi. Nah rata2 orang biasanya mengalami rem sleep. Akhirnya membuat badan cepat capek walaupun tidur selama 8 jam.

Kok bisa saya menemukan cara tidur Deep Sleep?

Nahh inilah tahapan yang saya siapkan sebelum tidur

1. Berwudhu sebelum tidur.
2. Sholat witir 3 rakaat sebelum tidur.
3. Tidak bermain HP lagi. Bener2 diletakkan
4. Sebelum baca doa tidur. Baca Alfatihah, Al ikhlas, Al Falaq, Annas, Ayat kursi. Lalu doa mau tidur.
5. Berdoa minta ampun sama Allah karena seharian banyak khilaf dan salah. Cara ini dipraktekan Bilal bin Rabbah.
6. Minum air putih 1 gelas

Alhamdulillah setelah membiasakan aktivitas sebelum tidur. Saya tidak bermimpi lagi. Bener2 tidurnya pulas. Tidur 2-3 jam cukup. 

Dan alarm tubuh saya otomatis mensetting tubuh saya bangun sebelum shubuh.

Semua ini terjadi atas izin Allah. Tapi tetep manusia harus ikhtiar dlu. Mohon bener2 sama Allah agar Allah mau bertemu di sepertiga malam terakhir kita.

Tips nya cukup sederhana. Tapi jika dibiasakan InshaAllah jadi tidur yang berkualitas.

Semangat sholat malam mak. Sholat malam itu kebiasaan orang orang sholeh.

Dan seorang ibu sebaiknya sholat malam. Agar setelah sholat malam kita bisa memegang dada anak kita, lalu berdoa untuknya.

Doa seorang ibu ma'bul.

Pegang dada anak kita. Baca Alfatihah, Ayat Kursi, Qs Al Insyiroh dan Al Qadr.

Kata ustadz saya, ini adalah cara agar anak kita tidak diganggu makhluk ghoib. Dan agar di masa depan anak anak kita terhindar dari dosa zina.

Bismillah kita bisa 💪

Mari terus berdoa yang baik baik. Gunakan keistimewaan doa seorang ibu untuk mendoakan anak anaknya 😇

Semoga bermanfaat
#copas FB

Kamis, 16 Januari 2020

JAGALAH UCAPANMU, MESKI KECIL TAPI BISA JADI DUKA

*_Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Sekilas Terdengar Biasa Tapi Ternyata Bisa Berbahaya! Renungkanlah

1. Saudara laki²nya bertanya saat kunjungan seminggu setelah ia melahirkan : "Hadiah apa yg diberikan suamimu setelah engkau melahirkan ?"
"Tidak ada." jawabnya pendek.
Saudara laki2 nya berkata lagi : "Masa sih? Apa engkau tidak berharga di sisinya?? Aku bahkan sering memberi hadiah istriku walau tanpa alasanyang istimewa."

Siang itu, ketika suaminya lelah pulang dari kantor menemukan istrinya merajuk di rumah.. keduanya lalu terlibat pertengkaran.
Sebulan kemudian, antara suami istri ini terjadi perceraian.

Dari mana sumber masalah nya? Kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki2 sang istri.

2. Saat arisan seorang ibu bertanya : "Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit? Bukankah anak2 mu banyak?"

Rumah yang tadinya terasa lapang sejak saat itu mulai dirasa sempit oleh penghuninya, ketenangan pun hilang saat keluarga ini mulai terbelit hutang kala mencoba membeli rumah besar dengan cara kredit ke bank.

3. Seorang teman bertanya : ''Berapa gajimu sebulan kerja di toko si fulan?"
Ia menjawab : "1 juta rupiah"
"Cuma 1 juta rupiah!! Sedikit sekali ia menghargai keringatmu, apa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu??"

Sejak saat itu ia jadi membenci pekerjaannya, ia lalu meminta kenaikan gaji pada pemilik toko, pemilik toko menolak dan mem PHK nya, kini ia malah tidak berpenghasilan dan jadi pengangguran.

4. Seseorang bertanya pada kakek tua itu : "Berapa kali anakmu mengunjungimu dalam sebulan?"
Si kakek menjawab : "Sebulan sekali"
Yang bertanya menimpali : "Wah, keterlaluan sekali anak2 mu itu. Di usia senjamu ini seharusnya mereka mengunjungimu lebih sering"

Hati si kakek menjadi sempit padahal tadinya ia amat rela terhadap anak2nya, akhirnya ia jadi sering menangis dan ini memperburuk kesehatan dan kondisi badannya.

Apa sebenarnya keuntungan yang kita dapat ketika bertanya seperti pertanyaan2 diatas?

Jagalah diri dari mencampuri kehidupan orang lain, mengecilkan dunia mereka, menanamkan rasa tidak nyaman.

Juga buat intropeksi diri, biar ngga gampang mengeluh dan merasa kurang melulu.


COPAS grup telegram

https://t.me/semangatsubuh

*_Selamat menunaikan ibadah shalat subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Senin, 13 Januari 2020

MENGENAL MANUSIA LANGIT

berjualan gorengan*. 
Stop ! Jangan dikira beliau tidak bisa mengambil yang lebih dari itu.
Harap tahu, *Putra Beliau dua orang Hafidz Al-Qur’an semua.* 
Salah satunya sudah menjadi Dosen terkenal *di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka di Jakarta.* 
Adiknya, tak kalah sukses. *Pejabat strategis di Pemerintah*.

Uniknya, saat pulang, *anak-anak sukses ini tak berani berpenampilan mewah*.
Mobil ditinggal beberapa blok dari Rumah. 

*Semua aksesoris, seperti arloji* dan *handphone dilucuti.*
Bahkan, *baju parlente diganti kaus oblong* dan *celana sederhana*. 
*Ini Adab* dan *Tata Krama..*

Sudah berulang kali *Sang Putra mencoba meminta Bapak* dan *Ibunya ikut ke Jakarta,* tetapi tidak pernah tersampaikan.

Setiap kali akan bicara, *serasa tercekat di tenggorokan*, lalu mereka *hanya bisa menangis*. 

Menangis, *Sang Bapak selalu bercerita tentang kebahagiaannya*, dan *dia mempersilakan Putra-Putranya menikmati kebahagiaan mereka sendiri..*

Ustadz Salim melanjutkan, *“Waktu saya ceritakan ini pada Istri di Gedung Bedah Sentral RSUP Dr. Sardjito* keesokan harinya, *kami menangis..*

Ada banyak Kekasih Allah yang tak kita kenal !

Ah, benar sekali : *Banyak Kekasih Allah* dan *"Manusia Langit" yang tidak kita kenal.* tukas Ustad Salim A Fillah.

*Kawanku*, hari terus berganti, Matahari datang Pagi ini, dan menghilang Sore nanti.

*Usia kita terus bertambah*, tanpa sadar banyak hal yang begitu saja kita lewatkan *hanya untuk mengejar dunia yang sementara.* 

*Padahal esok pada waktunya*, kita semua saat pulang *ternyata hanya dibungkus kain kafan tak bersaku..*
Tak ada bekal uang yang berlaku..

*Semua harta* yang selama ini kita kejar habis-habisan, *ternyata semu belaka..*

*Pangkat, Jabatan, Kemewahan* yang selama ini dibanggakan, *akan berakhir ditimbun tanah Kuburan.*

*Banyak orang* yang mengejar label kaya dengan *menggadaikan dunianya..*
*Harga diri sudah musnah entah kemana..*

*Sementara, banyak orang yang diam-diam ternyata kaya raya*, dan *lebih suka mencari muka hanya pada Tuhannya..*

Benar kata kawan saya Mas Arief Budiman, 
*"Orang kaya adalah orang yang selalu merasa cukup, sehingga dia terus berbagi*

*"Orang miskin adalah orang yang selalu merasa kurang".*

*SAAT maut menyapa,* yang kita bawa hanya *Amaliyah..*

Adapun *harta* hanya akan membuat pertanyaan di *Padang Mahsyar* kian berat..

Semoga ALLAH menolong kita..

Aamiin

Copas dari grup telegram
:

https://t.me/semangatsubuh

*_Selamat menunaikan ibadah shalat subuh semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

“Kami Cuma Bersihkan Rumput… Tapi yang Datang Malah Pengawas 😳”

Dua hari sebelum hari H, tak ada yang terasa istimewa. Kami hanya melakukan hal yang biasa: membersihkan plang nama ...