Sabtu, 29 Februari 2020

BERUBAHLAH KARENA INGIN BAIK BUKAN KARENA PERKATAAN ORANG




*_Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*
" Dunia ini BERUBAH setiap hari dan TIDAK AKAN menunggu Anda. "

- Ketika mancis ( korek GAS ) ditemukan, korek api perlahan mulai menghilang.

- Ketika kalkulator diciptakan, sempoa mulai dilupakan.

- Ketika kamera digital dibuat, kamera film mulai hilang.

- Ketika penjualan langsung ( network marketing) & penjualan via internet ( online ) meningkat, pemasaran secara tradisional menurun.

- Ketika smartphone dengan teknologi 4G ( internet tanpa kabel ) diperkenalkan, kita bahkan tidak perlu lagi menghidupkan komputer di rumah.

- Ketika Whatsapp / BBM dikembangkan, SMS sudah tidak sepopuler jaman dahulu.

Jangan Anda menyalahkan " Siapa merebut bisnis siapa ". Ini terjadi karena manusia dapat diubah dan menyesuaikan diri terhadap ide2 baru serta perubahan di dunia ini.

Ada yg bertanya kepada Jack Ma, " Apa rahasia Anda untuk sukses ? "

Dia menjawab, " Sangat sederhana. Saya melakukan sesuatu ( ACTION ) ketika Anda hanya MELIHAT / MENGAMATI "

Ingatlah, dunia berubah setiap hari. Bila Anda tidak berubah, maka Anda akan TERTINGGAL.

https://t.me/semangatsubuh

*_Selamat menunaikan ibadah shalat subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Minggu, 23 Februari 2020

3 MACAM TIDUR YG BAIK UNTUK DIKETAHUI

*BIASAKAN SETIAP HARI MELAKUKAN TIDUR QAILULAH*

Ternyata Tidur selain dimalam hari ada 3 jenis tidur yang perlu kita ketahui yaitu:

TIDUR HAILULAH,
TIDUR QAILULAH & TIDUR 'AILULAH

*1* . Tidur *HAILULAH* : Tidur yg menghalangi rizqy.

*2* .Tidur *QOILULAH* : Tidur yg di sunnahkan Rasulullah.

*3* .Tidur ' *AILULAH* : Tidur yg menyebabkan datangnya penyakit.

*💠 HAILULLAH* adalah :
tidur sehabis melaksanakan sholat Subuh, dinamakan demikian karena tidur tersebut dapat menghalangimu dari rizki yg ALLAH SUBHANALLAHU WATA'ALA tebar pada waktu pagi hari.

*💠 QAILULLAH* adalah :
tidur sebelum melakukan sholat Dhuhur sekitar 90 menit sebelum dikumandangkannya adzan Dhuhur, tidur jenis ini sangat bemanfaat dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah.

Dijelaskan bahwa ketika musim panas rasulullah tidur sebelum Dhuhur. dan ketika musim dingin beliau Nabi Muhammad tidur setelah Dhuhur.

*💠 'AILULLAH* adalah :
tidur sehabis melakukan sholat Ashar, tidur jenis satu ini dapat menyebabkan berbagai penyakit, diantaranya adalah: sesak napas, murung + gelisah & mudah pelupa/pikun

* Sebarkanlah,,,*
Karena jarang diantara kita yg faham apa itu
*TIDUR QAILULAH, HAILULAH & 'AILULAH*
" *Subhanallah* "

Semoga kita dpt mengambil pengetahuan yg bernilai ibadah lewat tulisan ini & mengamalkan dlm kehidupan kita sehari - hari"

آمِيْنُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

Semoga bermanfaat, insya Allah. Aamiin.

Minggu, 16 Februari 2020

MAKNA KEMATIAN


*_Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Sahabat...

Andaikan rupa & jasad lebih penting dibandingkan ruh. .
Tentulah ruh tidak naik ke langit. .

Akhir dari jasad hanyalah akan dikubur di bawah tanah !!

Betapa banyak orang yg terkenal di bumi. .. mereka malah tidak dikenal di langit.

Dan betapa banyak orang yang tidak terkenal di bumi ... justru sangat terkenal di langit

Ukurannya adalah yg paling bertakwa bukan yg paling kuat / berkuasa

"Sesungguhnya yg paling mulia di sisi Allah adalah yg paling bertakwa diantara kalian"

Mari kita tengok nilai kita di sisi Allah, dan sejenak kita tinggalkan penilaian manusia...

#####$$$$#####

3 NASEHAT
Ali Bin Abi Thalib berkata:
1. Dari sekian banyak nikmat dunia, cukuplah Islam sebagai nikmat bagimu

2. Dari sekian banyak kesibukan, cukuplah ketaatan sebagai kesibukan bagimu

3. Dari sekian banyak pelajaran, cukuplah kematian sebagai pelajaran bagimu.

- Islam adalah nikmat terbesar, pangkal keselamatan, hal yang paling diinginkan oleh orang-orang kafir kelak di akhirat.

Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim. (15:2)

- Ketaatan adalah bekal kehidupan, sumber kebahagiaan.

Siapa yang di dunia sibuk dengan ketaatan, maka di akhirat dia akan sibuk dengan kebahagiaan

Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu sibuk dengan bersenang-senang. (36:55)

- Kematian adalah akhir dari masa beramal dan awal dari masa memetik hasil amal. Kematian adalah hal yang pasti datang, siap tidak siap, mau tidak mau.

Orang yang cerdas adalah orang yang dapat menundukkan hawa nafsu dan beramal untuk bekal sesudah mati. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah dengan panjang angan-angan. (HR Tirmidzi)

Dinukil dari Nashaihul 'Ibad, Imam Nawai Al-Bantani.

Sumber: kisah inspirasi motivasi

https://t.me/semangatsubuh

*_Selamat menunaikan ibadah shalat subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Jumat, 14 Februari 2020

KEJARLAH ISINYA, JAGA BUNGKUSNYA

*_Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Apa itu "BUNGKUS"-nya dan apa itu "ISI"-nya?.

"Rumah yang indah" hanya bungkusnya..
"Keluarga bahagia" itu isinya…
"Pesta pernikahan" hanya bungkusnya..
"Sakinah, mawaddah, warahmah" itu isinya…

"Ranjang mewah" hanya bungkusnya..
"Tidur nyenyak" itu isinya…

"Kekayaan" itu hanya bungkusnya..
"Hati yang bahagia" itu isinya…

"Makan enak" hanya bungkusnya..
"Gizi, energi, dan sehat" itu isinya…
"Kecantikan dan Ketampanan" hanya bungkusnya..
"Kepribadian dan hati" itu isinya…
"Bicara" itu hanya bungkusnya..
"Amal nyata" itu isinya…
"Buku" hanya bungkusnya..
"Pengetahuan" itu isinya…

"Jabatan" hanya bungkusnya..
"Pengabdian dan pelayanan" itu isinya..
"Kharisma" hanya bungkusnya..
"Akhlaqul karimah" itu isinya…
"Hidup di dunia" itu bungkusnya..
"Hidup sesudah mati" itu isinya…

Utamakanlah ISI-nya..
Namun rawatlah BUNGKUS-nya…
Jangan memandang rendah & hina setiap BUNGKUS yang kita terima, karena berkah tak selalu datang dari BUNGKUS kain sutera melainkan juga datang dari BUNGKUS koran bekas..
Janganlah setengah mati mengejar apa yang tak bisa kita bawa mati..

#goresan hati

https://t.me/semangatsubuh

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

8 LELAH YANG DISUKAI ALLAH S.W.T.


Assalamu'alaikum wr wb.

*INGAT ! ! DULUR DULUR*

_*Biarlah Kelelahan Itu Mengejarmu*_


*Ada 8 kelelahan yang disukai Allah SWT dan RasulNya :*

1. Lelah dalam berjihad di jalan-Nya (QS. 9:111)

2. Lelah dalam berda'wah/mengajak kepada kebaikan (QS.41:33)

3. Lelah dalam beribadah dan beramal sholeh (QS.29:69)

4. Lelah mengandung, melahirkan, menyusui. merawat dan mendidik putra/putri amanah Illahi (QS. 31:14)

5. Lelah dalam mencari nafkah halal (QS. 62:10)

6. Lelah mengurus keluarga (QS. 66:6)

7. Lelah dalam belajar/menuntut ilmu (QS. 3:79)

8. Lelah dalam kesusahan, kekurangan dan sakit (QS.2:155)

Semoga kelelahan dan kepayahan yang kita rasakan menjadi bagian yang disukai Allah dan RasulNya. Aamiin yaa Rabbal-'aalamiin

Lelah itu nikmat. Bagaimana mungkin? Logikanya bagaimana? Jika anda seorang ayah, yang seharian bekerja keras mencari nafkah sehingga pulang ke rumah dalam kelelahan yang sangat. Itu adalah nikmat Allah swt yang luar biasa, karena banyak orang yang saat ini menganggur dan bingung mencari kerja.

Jika anda seorang istri yang selalu kelelahan dengan tugas rumah tangga dan tugas melayani suami yang tidak pernah habis. Sungguh itu nikmat luar biasa, karena betapa banyak wanita sedang menanti-nanti untuk menjadi seorang istri, namun jodoh tak kunjung hadir.

Jika kita orang tua yang sangat lelah tiap hari, karena merawat dan mendidik anak-anak, sungguh itu nikmat yang luar biasa. Karena betapa banyak pasangan yang sedang menanti hadirnya buah hati, sementara Allah swt belum berkenan memberi amanah.

Lelah dalam Mencari Nafkah

Suatu ketika Nabi saw dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: “Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.”

Rasulullah saw menjawab: “Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Al
lah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya’ dan kesombongan, maka dia di jalan setan.” (Al-Mundziri, At-Targhîb wa At-Tarhîb).

Sungguh penghargaan yang luar biasa kepada siapa pun yang lelah bekerja mencari nafkah. Islam memandang bahwa usaha mencukupi kebutuhan hidup di dunia juga memiliki dimensi akhirat.

Bahkan secara khusus Rasulullah saw memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang kelelahan dalam mencari rejeki. “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan mencari rejeki pada siang harinya, maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah swt.”

Subhanallah, tidak ada yang sia-sia bagi seorang muslim, kecuali di dalamnya selalu ada keutamaan.

Kelelahan dalam bekerja bisa mengantarkan meraih kebahagiaan dunia berupa harta, di sisi lain dia mendapatkan keutamaan akhirat dengan terhapusnya dosa-dosa. Syaratnya bekerja dan lelah. Bukankah ini bukti tak terbantahkan, bahwa kelelahan ternyata nikmat yang luar biasa?

Kelelahan Mendidik Anak

Di hari kiamat kelak, ada sepasang orangtua yang diberi dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi.

Keduanya bingung dan bertanya: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan kepada mereka: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu.”

Merawat dan mendidik anak untuk menjadi generasi shaleh/shalehah bukan urusan yang mudah. Betapa berat dan sangat melelahkan. Harta saja tidak cukup.

Betapa banyak orang-orang kaya yang anaknya “gagal” karena mereka sibuk mencari harta, namun abai terhadap pendidikan anak. Mereka mengira dengan uang segalanya bisa diwujudkan. Namun, uang dibuat tidak berdaya saat anak-anak telah menjadi pendurhaka.

Berbahagialah manusia yang selama ini merasakan kelelahan dan berhati-hatilah yang tidak mau berlelah-lelah. Segala sesuatu ada hitungannya di sisi Allah swt. Kebaikan yang besar mendapat keutamaan, kebaikan kecil tidak akan pernah terlupakan.

Rasulullah saw bersabda: “Pahalamu sesuai dengan kadar lelahmu.”

Berbahagialah selagi bisa lelah ...

Selasa, 04 Februari 2020

Contoh betapa merugikannya jika ada orang munafik.

Simak baik baik...kenapa org yg ingkar janji termasuk org " Munafik"

Janji

"Pisang neng, mateng dipohon!"

Kakek, penjual pisang yang sering mangkal di pasar Cileungsi, menghampiri begitu aku turun dari mobil.

"Saya belanja dulu ya Kek, nanti balik baru beli."

"Iya Neng, Kake tungguin yaa!"

Aku mengunci mobil dengan remote, lalu berjalan dengan sedikit jinjit, karena semalam hujan, jadi pasar agak becek.

Belanja di fress market sih jauh lebih nyaman, tapi harganya selangit boo, beda jauh dengan di pasar tradisional ini, meskipun yaa harus relah berbecek ria.

Setelah belanja, aku pulang. Dalam perjalanan menuju Kota Wisata, macetnya minta ampun.

Saat di depan pom bensin, aku lihat banyak pisang yang tergantung, tiba-tiba aku ingat janjiku pada si kakek penjual pisang.

Astaghfirullah, mau putar balik, tapi macet.

Pikiranku bercabang, jika tidak balik, bagaimana kalau si kakek terus menunggu.

Tapi, kalau nunggu lama, kan si kakek pasti bosan, dan pulang. Gak mungkin dia tunggu sampai pasar bubar, batinku.

Macet belum juga usai, rasa lapar juga menyerang. Bayangan kakek tua, dengan kopiah miring, dengan kemeja putih yang usang terus menari dipikiranku.

"Mbaak, jangan melamun dong, jalaaan, nambahin macet ajaaa!"

Aku terkejut, kuinjak gas, mengikuti antrian panjang kendaraan. Hatiku belum juga tenang.

Aku masuk area perumahan Kota Wisata, lewat ruko Canadian. Begitu melewati jembatan, seseorang melintas, hampir saja kutabrak.

Sampai di rumah, mbak Eni menurunkan belanja. Bani ponakanku yang memanggilku ibu, keluar, dia meneriksa belanjaan.

"Ibu, gak beli pisang!"

Aku diam, terbayang wajah kakek tua, mungkin dia masih menungguku.

"Kakak mau pisang?"

Dia mengangguk, matanya penu harap. Ya Allah, jika Bani saja menyiratkan harapan, yang tiap hari bisa makan buah, bagaimana dengan si kakek, yang jualan demi memenuhi kebutuhannya sendiri, meski sudah renta.

Aku meneguk segelas air, lalu kekamar mengambil jaket dan masker.

Kupacu motor, tidak ada lagi macet. Terik matahari mampu menembus tebalnya jaketku. Tapi tidak kuhiraukan. Dipikiranku hanya ada kakek dengan kayu dipundaknya.

Tiba di pasar, hatiku pilu, bagaimana kalau aku tidak kembali, si kakek masih duduk menunggui beberapa sisir pisang uli dan raja.

"Kek, pisangnya masukin ke kantong ini ya!"

Aku berjongkok, kurentangkan kantong plastik putih, tanganku meraih lima sisir pisang.

"Jangan Neng, jangan semua, tadi kakek sudah janji sama Neng yang pake mobil item, nanti dia kecewa! Tadi juga banyak yang mau beli, tapi kakek sudah janji."

Air mataku menetes dibalik kaca mata hitam. Kulepas masker, helm dan kaca mata.

"Kek, maafkan saya, sudah membuat kakek menunggu, kakek belum makan yaa karena nungguin saya!"

Dia melihatku dengan seksama, dari kaki hingga kepala.

"Kok Neng berubah?"

"Iya, tadi pulang dulu, kek!"

Tidak kukatakan kalau aku lupa. Setelah membayar harga pisang, kuselipkan satu lembaran merah ke saku bajunya.

"Jangan Neng, kan pisang kakek sudah diborong!"

Tangannya, menahan tanganku. Tapi tetap kutinggalkan disakunya.

'Inilah, kenapa salah satu ciri-ciri orang munafik menurut Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, adalah jika berjanji tidak ditepati. Karena bisa jadi, orang yang kita janji, betul-betul berharap'

Real story, tahun 2016

#Copas

*MERENCANAKAN HUSNUL KHOTIMAH, MERAIH BAHAGIA SAAT MENUTUP USIA*

*RENUNGAN PAGI *

   *MERENCANAKAN HUSNUL KHOTIMAH, MERAIH BAHAGIA SAAT MENUTUP USIA*


Bagaimana kita merencanakan husnul khotimah?
Ini langkah-langkahnya:

*1. Membiasakan melakukan ketaatan.*

Agar wafat dalam ketaatan kepada Allah, meninggal saat sujud dalam sholat, meninggal saat umroh atau haji, menuntut ilmu, zikir dan ketaatan-ketaatan lainya.

*2. Membayangkan beratnya kematian atau beratnya sakaratul maut.*

Sakaratul maut di rasakan seperti kambing yang dikuliti hidup-hidup. (hadits shahih Muslim)

Ibnu Abas menyebutkan Rosulullah bersabda:
_"Sesungguhnya malaikat maut datang kepada kalian 70 kali setiap hari, tapi kalian tenggelam dalam gelak tawa._

Jika sehari 70 kali malaikat maut menjeguk kita itu artinya setiap 21 menit sekali malaikat maut mendatangi kita.
Sudahkah anda meyadarinya?

*3. Membayangkan mati sebelum mati.*

Cara ini banyak di lakukan para ulama salaf.

*4. Memohon kepada Allah dengan doa-doa agar meninggal dunia dalam keadaan istikhomah sampai akhir hayat.*

*5. Bergaul dengan orang orang sholeh, karena seseorang itu dengan siapa dia berkawan.*

*6. Meminta taufiq kepada Allah.*

*7. Menjauhi kebiasaan buruk.*

*8. Melazimi zikir pagi dan petang, jangan tinggalkan juga sayyidul istighfar.*

*9. Membiasakan berwudhu sebelum tidur.*

Agar saat nyawa kita di ambil kita dalam keadaan suci setelah berwudhu.

*10. Buang jauh-jauh sifat mudah marah.*

Pesan Nabi:
*_"La taghdob walakal jannah"_*
*Jangan marah dan untukmu adalah syurga!*

Mudah-marah juga menunjukkan rendahnya kualitas kita.
Penelitian terkini, mudah marah membuat pembuluh darah mudah pecah dan membawa pada kematian.

*Semoga kita semua di wafatkan Allah dalam keadaan husnul khotimah.*

*Aamiin Yaa Robbal Alaamiin*

JANGAN MEN "JERUK NIPIS" KAN KEADAAN


*_Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

*JANGAN MEN "JERUK NIPIS" KAN KEADAAN*

Mari sedikit kita bermain imajinasi dengan teori Jeruk Nipis

Bayangkan ada sebuah Jeruk Nipis berwarna hijau agak ke kuning2an.

Lalu Jeruk tersebut anda potong jadi dua.
Kemudian pegang salah satunya dan peraslah...
Sampai air tetesan nya mengucurr...

Apa yang anda rasakan..? 
Asam bukan..?
Setiap tetesannya membuat anda menelan ludah.
Kalau imajinasi anda kuat sekarang anda sedang
Menelan air liur, saking asamnya betul..?

Padahal jeruknya tidak ada...
Tapi rasa asamnya terasa hingga anda harus menelan ludah.

Jika anda merasakan kejadian serupa itulah yang disebut
*TEORI JERUK NIPIS*

Bahwa tubuh manusia dirancang untuk merespon apa yang dibayangkan.
Apa yang dipikirkan itulah yang jadi kenyataan.

Sehingga jika kita sedang menghadapi masalah
Lalu kita berpikir yang aneh-aneh
Maka yang terjadi biasanya tubuh akan drop...
Kemungkinan jatuh sakit bahkan depresi...

Padahal semua kekhawatiran itu belum tentu terjadi.
Kita sebenarnya sedang “meneteskan Jeruk nipis” di kehidupan kita.
Semakin banyak tetesannya semakin berat masalahnya.

Kuncinya ada dalam pikiran.
Jika air liur saja bisa dipancing hanya dengan memikirkan sebuah jeruk.
Maka sebetulnya masalahpun bisa diatasi dengan permainan pikiran.

Maaf….
Coba anda perhatikan orang yang kelainan jiwa...
Secara fisik mereka sehat.
Namun mereka hidup di dunia yang berbeda.

Mereka menciptakan dunianya sendiri.
Jeruk Nipis yang mereka teteskan terlalu banyak.
Sehingga muncul lawan bicara yang begitu nyata.
Yang bisa diajak bicara.

Sekarang ubah Mindset anda, jika didera masalah bertubi-tubi anggap itu “proses pondasi”
Bahwa Alloh Ta'ala hendak membangun Hotel berlantai 100.

Bayangkan sebuah proyek Hotel dengan tinggi 100 lantai.
Pondasinya pasti dalam sekali dan kuat sekali.
Dan pengerjaannya pun pasti lama.

Jika pondasinya selesai dia akan mampu menopang beban
Hingga 100 lantai sekalipun ...

Alloh Ta'ala tidak iseng memberi kita masalah.
Dia ingin kita kuat bukan ingin kita sekarat.

Maka berhati-hatilah dengan pikiran anda...
Berbaik sangkalah maka kehidupan pun atas ijin Alloh Ta'ala akan membaik.

Berfikir baik dan berbuat baik terhadap orang lain menjadikan kita awet muda.
Usia hanya angka, jiwa tetap semangat muda.

Semoga kita terus bisa istiqomah dalam beribadah, senantiasa mensyukuri nikmat Alloh Ta'ala dan diberi kekuatan oleh Alloh Ta'ala utk menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

Sumber: www.sejenakpagi.info

https://t.me/semangatsubuh

*_Selamat menunaikan ibadah shalat subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Jumat, 31 Januari 2020

Kisah SEORANG DOKTER muslim




*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Kisah SEORANG DOKTER.

Sejak pulang dari itikaf di masjid selama 3 hari bersama jamaah dakwah, dokter Agus menjadi pribadi yang berbeda. Sedikit-sedikit bicaranya Allah, sedikit-sedikit bicaranya Rasulullah.

Cara makan dan cara tidurnya pun berbeda, katanya itulah cara tidur Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
Rupanya, pengalaman itikaf dan belajar di masjid betul-betul berkesan baginya.

Ada semangat baru. Namun beliau juga jadi lebih banyak merenung. Dia selalu teringat-ingat dengan kalimat yang dibicarakan amir jamaah. “Obat tidak dapat menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Allah.
Obat bisa menyembuhkan berhajat kepada Allah, karena sunnatullah. Sedang Allah menyembuhkan, tidak berhajat melalui obat.

Allah bisa menyembuhkan dengan obat atau bahkan tanpa obat. Yang menyembuhkan bukanlah obat, yang menyembuhkan adalah Allah”.

Dia-pun merenung, bukan hanya obat, bahkan dokter pun tidak punya upaya untuk memberi kesembuhan. Yang memberi kesembuhan adalah Allah.

Sejak itu sebelum memeriksa pasiennya, beliau selalu bertanya.
“Bapak sebelum kesini sudah ijin dulu kepada Allah?” atau “Sudah berdoa meminta kesembuhan kepada Allah?” atau “Sudah lapor dulu kepada Allah?”.

Jika dijawab belum (kebanyakan memang belum), beliau meminta pasien tersebut mengambil air wudhu, dan shalat 2 rakaat di tempat yang telah disediakan.

Jika memberikan obat, beliau pun berpesan dengan kalimat yang sama. “Obat tidak bisa menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Allah. Namun berobat adalah sunnah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan sebagai ikhtiar dan sunnatullah, agar Allah mau menyembuhkan”.

Ajaib! banyak pasien yang sembuh.

Jika diperiksa dengan ilmu medis, peluang sehatnya hampir tidak ada, ketika diberikan terapi “Yakin” yang diberikan beliau, menjadi sehat.

Pernah ada pasien yang mengeluh sakit, beliau minta agar orang tsb untuk shalat 2 rakaat (minta ampun dan minta kesembuhan kepada Allah), ketika selesai shalat pasien tersebut langsung merasa sehat dan tidak jadi berobat. (Allahu-Akbar)

Rudi, Asistennya bertanya, kenapa dia langsung sembuh?
Dr. Agus katakan, bisa jadi sumber sakitnya ada di hati, hati yang gersang karena jauh dari Allah.

Efek lain adalah pasiennya pulang dalam keadaan senang dan gembira. Karena tidak hanya fisiknya yang diobati, Namun batinnya pun terobati.

Hati yang sehat, membuat fisik yang kuat. Dan sebaik-baik obat hati adalah Dzikir, Al-Quran, Wudhu, Shalat, Do'a dan tawakal pada Allah.

Pernah ada pasien yang jantungnya bermasalah dan harus di operasi.

Selain “Yakin”, beliau juga mengajarkan terapi cara hidup Rasulullah.

Pasien tersebut diminta mengamalkan satu sunnah saja, yaitu sunnah tidur. Sebelum tidur berwudhu, kalo bisa shalat 2 rakaat, berdoa, berdzkir, menutup aurat, posisi kanan adalah kiblat, dan tubuh miring ke kanan.

Seminggu kemudian, pasien tersebut diperiksa. Alhamdulillah, tidak perlu dilakukan operasi. Allah telah memberi kesembuhan atasnya.

Ada juga pasien yang ginjalnya bermasalah. Beliau minta agar pasien tersebut amalkan sunnah makan dan sunnah di dalam WC. Makan dengan duduk sunnah sehingga posisi tubuh otomatis membagi perut menjadi 3 (udara, makanan, dan air). Kemudian buang air kecil dengan cara duduk sunnah, menguras habis-habis kencing yang tersisa dengan berdehem 3 kali, mengurut, dan membasuhnya dengan bersih. seminggu kemudian, saat diperiksa ternyata Allah berikan kesembuhan kepada orang tersebut.

Rudi pernah sedikit protes. Sejak melibatkan Allah, pasiennya jadi jarang bolak-balik dan beresiko mengurangi pendapatan beliau.
Namun Dr. Agus katakan bahwa rezeki adalah urusan Allah.

Dan beliau jawab dengan kalimat yang sama dengan redaksi yang berbeda, bahwa “Sakitnya pasien tidak dapat mendatangkan rezeki, yang memberi rezeki adalah Allah.

Allah juga bisa mendatangkan rezeki tanpa melalui sakitnya pasien”.

6 bulan berikutnya seorang pasien yang pernah sembuh karena diminta shalat oleh beliau, datang ke klinik, mengucapkan terima kasih, dan berniat mengajak dokter serta asistennya umroh bulan depan.

Dr. Agus kemudian memanggil Rudi ke dalam ruangan. Sebenarnya beliau tahu bahwa Rudi ingin sekali berangkat umrah. Namun kali ini beliau ingin bertanya langsung dengannya.

“Rudi, bapak ini mengajak kita untuk umrah bulan depan, kamu bersedia?”.
Rudi tidak menjawab, namun matanya berbinar, air matanya tampak mau jatuh.
“Sebelum menjawab, saya ijin sholat dulu pak”. Ucapnya lirih. Ia shalat lama sekali, sepertinya ini shalat dia yang paling khusyu'. Pelan, terdengar dia terisak-isak menangis dalam doanya.
------
https://t.me/semangatsubuh

*_Selamat menunaikan ibadah shalat subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Mari Kita Belajar Bersyukur


*_Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Mari Kita Belajar Bersyukur....

Lihatlah orang sakit, perhatikan yg tertimpa bencana, lihat org terpenjara, kan kau dapati, pada dirimu ternyata menyimpan segudang nikmat...

Nikmat itu yang penting bukan apa yang kita miliki, tapi apa yang kita rasakan dan syukuri...

Dua orang mendpatkan keuntungan yg sama; Bisa jadi yg satu merasa untung tiada kira, yg satu merasa kurang dan merana... Ini soal bagaimana mensyukuri...

Dalam bhs Arab antara nikmat نعمة dan niqmah نقمة yang berarti azab sangat tipis bedanya. Nikmat yg sama dpt jadi berkah, dpt jadi azab..

Nikmat menjadi barokah, ketika kita gunakan pada apa yg Allah cintai dan ridhai, tp jadi sumber azab, kalau digunakan di jalan kemaksiatan..

Bahkan dlam kekurangan, keterbatasan, keterhalangan, keterdesakan boleh jadi tersimpan nikmat.

Betapa banyak kekurangan kita menyebabkan berkurangnya potensi keburukan yang akan kita dptkan apabila diberi kelebihan....

Betapa banyak keterhalangan kita, menghalangi kita untuk melakukan perbuatan nista dan tercela dibanding bila segalanya terbuka...

Betapa banyak keterdesakan kita, mendesak kita utk kuat berikhtiar dan kian pasrah, dibanding apabila segalanya serba lapang kita rasakan..

Betapa banyak keterpurukan kita, membuat kita terpuruk dan tersungkur di hadapan kebesaran Allah, memohon ampun dan pertolongannya....

Belajarlah mensyukuri hal2 yg dianggap sepele; Udara segar, tidur nyenyak, pedasnya sambel :) anak2 sehat, keluarga rukun... dll

Yang mudah mensyukuri hal-hal kecil, tentu akan lebih bersyukur pada kenikmatan yang lebih besar.


Kamis, 23 Januari 2020

KEBERSAMAAN

*_Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

KEBERSAMAAN

Jangan bilang-bilang ya, saya ini sebenarnya orang yang gampang terpengaruh secara emosional dengan apa yang sedang saya lihat.

Contohnya saat keponakan saya sungkem pada kedua orang tuanya setelah prosesi akad nikah, saya lihat ayah si mempelai perempuan tersedu-sedu demi menyaksikan putri kecilnya kini telah dewasa dan harus berpisah darinya.

Tanpa terasa, air mata saya juga berlinang. Seolah saya ikut menyelami perasaan berat yang dialami si ayah.

Begitu pula ketika menyaksikan tangis bahagia para pemain Perancis merebut Piala Dunia, entah mengapa seolah kebahagiaan mereka menular pada saya hingga pelupuk mata ini jadi basah pula.

Tidak salah dalam kitab Al-Hikam disebutkan bahwa, al-mujanasah takunu bil mujalasah. Seseorang akan serupa dengan siapa yang sedang bersamanya. 

Jika kita sedang bersama orang yang bahagia, maka akan ikut bahagia. Begitupun saat bersama dengan orang yang sedih, maka kesedihannya terasa pula pada diri kita. 

Tidak terkecuali saat menemani bersama orang yang ramah, kita akan ikut menjadi ramah. Atau ketika menemani bersama orang yang sedang bergosip maka kita pasti jadi bergosip pula. 

Itulah mengapa Ibunda Maryam diperintahkan dalam Surat Ali Imran ayat 43, 

وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ

"Dan shalatlah engkau bersama dengan orang-orang yang shalat."

Maka kini menjadi panduan bagi kita semua, apa yang kita butuhkan pada hari ini?

Jika membutuhkan semangat, maka carilah teman yang kita kenal penuh optimis, dan cobalah bersama dengannya hari ini saja. Insya Allah kita jadi semangat. 

Jangan sampai kita ini yang sedang belajar menjadi orang baik, tapi masih saja membersamai teman yang suka menyinggung orang lain, menyesali keadaan, dan mengumpat takdir Allah.

Kapan kita berhasil memperbaiki diri kalau begini terus? 

Salam Hijrah 
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

✍🏻Ustadz Arafat

https://t.me/semangatsubuh

*_Selamat menunaikan ibadah shalat subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

“Kami Cuma Bersihkan Rumput… Tapi yang Datang Malah Pengawas 😳”

Dua hari sebelum hari H, tak ada yang terasa istimewa. Kami hanya melakukan hal yang biasa: membersihkan plang nama ...