Minggu, 05 Juli 2020

REZEKI ITU PUNYA ALAMAT

REZEKI ITU PUNYA ALAMAT

Kalau rizqi itu diukur dari kerja keras...
maka kuli bangunan lah yg akan cepat kaya.
 
Jika rizqi itu ditentukan dr waktu kerja...
maka warung kopi 24 jam lah yg akan lbh mendapatkanya..
bahkan mungkin mampu mengalahkah KFC dan Mc. DONALD

Jika rizki itu milik orang pintar...
maka dosen yg bergelar panjang yg akan lbh kaya...

Jika rizqi itu karena jabatan...
maka presiden dan rajalah orang yg akan menduduki 100 orang terkaya di dunia..

Rizqi itu karena kasih sayang Allah.

" Mengejar rizqi, jangan mengejar jumlahnya, tetapi berkahnya."
( Ali bin Abi Thalib )

MESKIPUN LARI, RIZKIMU AKAN TETAP MENGEJARMU

“Kalaulah anak Adam lari dari rizqinya (untuk menjalankan perintah Allah) sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rizqinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.” (HR Ibnu Hibban No. 1084)

Miskin kaya sudah ada yang mengaturnya.

ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN

Jika tiba-tiba kondisi ekonomi "down",  dalem terhibur mengingat kisah bisnis Abdurrahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk.

Suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, Abdurrahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya. 
Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.

Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk syurga lebih awal.

Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh. 

Abdurrahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi  dengan harga kurma bagus.

Semuanya bersyukur, Alhamdulillah, kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf. Sahabat gembira. 
Abdurrahman bin Auf r.a pun juga gembira.

Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.
Abdurrahman bin Auf r.a gembira juga, sebab berharap
jatuh miskin!

Masya Allah, hebat.

Coba kalau kita ? Usaha diuji dikit, udah teriak tak tentu arah.

Abdurrahman bin Auf r.a merasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin. 

Namun, Masya Allah
Rencana Allah Subhanahu wa ta'ala itu memang terbaik...

Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk.

Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang cocok adalah KURMA BUSUK !

Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.

Subhanalloh
Orang lain berusaha keras jadi kaya. Sebaliknya, Abdurrahman bin Auf berusaha keras jadi miskin tapi selalu gagal. Benarlah firman Allah:

"Wahai manusia, di langit ada rizqi bagi kalian. Juga semua karunia yang dijanjikan pada kalian " (Qs. Adz Dzariat, 22 )

Jadi, yang banyak memberi rizqi itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk?

Allah Subhanahu wa ta'ala lah yang Memberi rizqi

Semoga kisah ini dapat menyuntik kembali semangat dalam diri kita semua,  yang sedang diuji dalam pekerjaan dan usaha kita, UNTUK LEBIH MENGUTAMAKAN URUSAN KEPADA ALLAH dibanding urusan dunia yang sementara ini...

*آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ*

BERLATIH MATI

*K E M A T I A A N*

Finalisasi dari kehidupan adalah kematian, proses, dimana dan kapan terjadinya, masuk dalam *ranah gaib prerogatifnya Tuhan* Setiap manusia, pasti yakin, akan mengalaminya, tapi belum tentu yakin adanya *kehidupan setelah kematian*, karena hal itu merupakan *hidayah*. Sejauh mana persiapan bekal menuju garis finish kehidupan ?

*READY TO DIE.*

_Mari kita sesekali berhenti membicarakan orang lain dan sejenak mulai merenung untuk diri kita sendiri menghadapi suatu kepastian yang akan terjadi, entah kapan, di masa datang nanti :_

*BERLATIH MATI.*

Saya ingin share tulisan seorang dokter yang bertugas di RS Swasta - Yogyakarta...

Seringnya mendapat giliran tugas menunggui mereka yang sedang menghadapi sakaratul maut alias detik-detik menjelang lepasnya nyawa dari tubuh fisiknya, membuat saya banyak merenungkan apa arti dari semua ini. Sebuah kesempatan belajar yang langka dan tidak semua orang bisa mengalaminya.

Apa pentingnya buat saya? Sangat penting, karena dari peristiwa itulah saya terus disadarkan bagaimana mengisi hari-hari yang saya jalani ini, agar bisa berakhir dengan penuh makna, mencapai tujuan yang diagendakan sejak sebelum saya diturunkan ke dunia, dan belajar menghargai waktu yang tersisa dengan hidup yang lebih berkualitas.

Cara orang meninggal dunia itu berbeda-beda. Kemiripannya hanya pada tanda-tanda yang menyertai sebelum maut menjemput.

Wajah yang mendadak berubah, seperti bukan yang kita kenali selama ini. Pucat, bahkan putih seperti tembok. Terutama sorot mata mereka, yang sebentar kosong, sebentar gelisah, sebentar marah. Perilaku juga berubah. Ada yang keinginannya harus dituruti betapapun anehnya. Atau membuat orang lain kesal, dan yang bersangkutan sendiri marah atau uring-uringan. Mereka juga jadi labil secara emosi. Sedih, sering menangis tanpa tertahan lagi, takut ditinggal sendirian. Semakin mendekati waktunya, semakin gelisah menanyakan hari, tanggal atau jam. Juga tak betah lagi mengenakan segala macam alat bantu medis yang dimaksudkan untuk membuat mereka lebih lama bertahan hidup.

Yang membedakan adalah seberapa pasrah atau seberapa besar keyakinan mereka terhadap Allah Tuhan Yang Maha Esa, semasa hidupnya. Kebanyakan mereka yang simpel dan lurus-lurus saja hidupnya, tak banyak kuatir memikirkan ini itu hingga detil, lebih cepat "berangkat"nya. Tapi jika masih ada banyak ganjalan di hati dan pikirannya, seringkali mengalami kesusahan pada saat jiwanya akan lepas dari tubuhnya.

Hal ini membuat saya berpikir, bahwa untuk mati dengan mudah tanpa melalui banyak siksaan, adalah dengan melatihnya semasa kita masih hidup di dunia.

Berlatih mati? Ya, Anda tidak salah baca, dan saya tidak sedang bercanda.

Yang pertama perlu dilatih adalah soal keyakinan kita. Yakin dan menyadari dengan sesadar-sadarnya bahwa segala sesuatu itu baik adanya, berujung kebaikan, dan selalu ada kebaikan walau nampaknya susah sekalipun.

Ini adalah fondasi yang sangat penting ketika nyawa kita tengah berada di ujung tanduk nanti.
Kebaikan yang selalu kita yakini dan pikirkan akan membuat kita menyambut kematian dengan keprasahan dan kerelaan.

Putusnya nyawa dan keluarnya jiwa dari tubuh fisik kita akan lancar sama seperti ketika buang hajat besar, semakin kita rileks, akan semakin mudah, tapi semakin kita tegang, semakin susah lepas.

Latihan kedua adalah berlatih melepas. Melepas apa saja yang selama ini kita anggap sebagai hak kita.

Sadarilah bahwa kita tidak memiliki apa-apa dan tidak berhak atas apapun, termasuk memikirkan nasib orang-orang yang kita kasihi yang akan kita tinggalkan. Itu bukan urusan dan tanggung jawab kita. Mereka adalah milik Allah Tuhan Yang Maha Esa dan masing-masing memiliki urusannya sendiri-sendiri dengan semesta.

Lepaskan juga segala urusan harta, kekayaan dan apapun yang masih mengikat dan menguasai kita, sejak sekarang ini, selagi kita masih hidup. Artinya, ini adalah latihan mental agar kita tidak terus menerus kuatir dan memikirkan sesuatu yang nantinya akan kita tinggalkan. Melepaskan juga berarti melepaskan dendam, kemarahan, kepahitan, luka batin yang masih ada.

Bersihkan mulai dari sekarang ini, hingga tak ada sisa sama sekali.
Berilah ma'af kepada mereka yang pernah menyakiti hati, mengkhianati, mengakali kita, seikhlas-ikhlasnya.

Latihan juga tidak berhenti di aspek spiritual dan mental saja, namun juga di aspek fisik.

Memang tubuh fisik kita nantinya akan kita tinggalkan. Tapi lebih enak mana meninggal dengan sehat atau dengan sakit? Berlatihlah menghormati dan menghargai tubuh kita mulai dari sekarang.

Mulailah belajar mendengarkan suaranya, apa yang sebenarnya ia butuhkan, bukan apa yang kita (ego/nafsu) butuhkan.

Berikanlah apa yang tubuh inginkan sejak sekarang, agar ia tak membangkang atau menusuk di belakang pada saat kita tak berdaya lagi.

Tapi ini bukan berarti manipulasi ya. Lakukanlah dengan ikhlas, karena mengasihi tubuh sendiri sama dengan melayani orang yang sedang sekarat.

Perlu hati-hati, cermat, penuh hormat. Daripada nantinya tubuh kita habis dimakan obat, lebih baik memeliharanya dengan baik semasa kita masih bisa. Berikan makanan yang sehat, olahraga yang cukup, sinar matahari pagi, dan air bersih yang sesuai kebutuhan.

Banyak lagi yang bisa kita latihkan untuk menyambut kematian dengan gembira dan bukan dengan air mata.

*PELUANG*

Sebelum mencapai garis finish, merupakan *peluang emas* untuk mempersiapkan bekal kehidupan pasca kematian, istiqomah dan berkelanjutan mengamalkan *akhlah yang mulia, empati dan simpati kepada sesama makhluk Tuhan*

Sudah waktunya kita mengubah persepsi tentang kematian bukan lagi sebagai peristiwa duka cita tapi kemenangan dalam perjalanan hidup.

*Selamat merenungkan dan mulai berlatih. Selamat pagi salam seroja*

Sabtu, 04 Juli 2020

Amalan AGAR TERHINDAR DARI KECURIAN DAN KEBAKARAN

IJAZAH AGAR TERHINDAR DARI KECURIAN DAN KEBAKARAN

Al-Mujiz: Ust. Miftah el-Banjary

Musibah kecurian dan kebakaran tentu sama sekali tidak kita harapkan, terlebih di saat kita sedang terlelap tidur. Nah, agar terhindar dari musibah itu ada baiknya, sebelum tidur membaca "Bismillahirrahmanirrahim" sebanyak 21 kali (usahakan satu kali tarikan nafas).

Kemudian tiupkan ke badan dan seluruh ruangan. Insya Allah dengan sifat Rahman dan Rahim-Nya, pada malam itu Allah akan menjaga orang yang membacanya terjaga dari kecurian, kebarakan atau kejahatan lainnya.

Ijazah ini saya peroleh pada tahun 1997. Dan saya ijazahkan secara umum kepada kaum muslimin untuk diamalkan. Semoga pahala jariyah mengalir pada guru dan masyaikh yang telah mengijazahkan.

أَجَزْتُكُمْ كَمَا أَجَازَ مَنْ أَجَازَنِي...

Amalan AGAR TERHINDAR DARI KECURIAN DAN KEBAKARAN

IJAZAH AGAR TERHINDAR DARI KECURIAN DAN KEBAKARAN

Al-Mujiz: Ust. Miftah el-Banjary

Musibah kecurian dan kebakaran tentu sama sekali tidak kita harapkan, terlebih di saat kita sedang terlelap tidur. Nah, agar terhindar dari musibah itu ada baiknya, sebelum tidur membaca "Bismillahirrahmanirrahim" sebanyak 21 kali (usahakan satu kali tarikan nafas).

Kemudian tiupkan ke badan dan seluruh ruangan. Insya Allah dengan sifat Rahman dan Rahim-Nya, pada malam itu Allah akan menjaga orang yang membacanya terjaga dari kecurian, kebarakan atau kejahatan lainnya.

Ijazah ini saya peroleh pada tahun 1997. Dan saya ijazahkan secara umum kepada kaum muslimin untuk diamalkan. Semoga pahala jariyah mengalir pada guru dan masyaikh yang telah mengijazahkan.

أَجَزْتُكُمْ كَمَا أَجَازَ مَنْ أَجَازَنِي...

Jumat, 03 Juli 2020

CARA MERUQYAH RUMAH

Meruqyah rumah adalah salah satu metode mengusir Jin pengganggu di dalam rumah. Juga untuk memusnahkan gangguan sihir yang di kirim penyihir ke dalam rumah. Biasanya setiap korban sihir selalu diikat dengan ikatan sihir yang di letakan di dalam rumah oleh penyihir, baik di letakan secara nyata ataupun di letakan secara ghaib.

Meruqyah rumah adalah satu terapi wajib bagi semua penderita gangguan sihir, untuk memastikan terputusnya ikatan-ikatan yang di letakan di sekitaran rumah.

CIRI-CIRI GANGGUAN JIN DALAM RUMAH :

1. Penghuni rumah sering sakit-sakitan.

2. Suasana rumah panas, gelap, pengap,
padahal sebenarnya tidak.

3. Sering terdengar suara ghaib.

4. Anak-anak sering nangis di waktu malam.

5. Sering terlihat jin atau penampakan.

6. Rumah tangga tidak harmonis, sering gaduh.

7. Selalu mendapat musibah.

8. Rumah susah di jual.

9. Penghuni rumah sulit akur, atau selalu gaduh.

10. Suasana rumah tidak tenang.

11. Sering terjadi kejadian aneh, seperti mati lampu, suara benda jatuh di atas atap, dll.

CARA BUAT AIR RUQYAH UNTUK RUMAH :

1. Ambil wudhu.

2. Shalat hajat 2 rakaat.

3. Siapkan air 1 ember.

4. Niat kuat, bacakan : Surah Al-Fatihah, Ayat kursi, Al-Ikhlas, Al-falaq, An-Nas, masing-masing bacakan 3 kali, sambil menyentuh air.

5. Bacakan juga Surat Ash-Shoffat : 1- 10 satu kali.

6. Ambil air di ember kemudian percikan
ke seluruh ruangan rumah, ruang tamu, kamar, dapur, teras, dan tempat-tempat yang dirasa ada pengaruh gangguan sihirnya.

7. Ulangi sampai pengaruh gangguan yang di rasakan dirumah hilang total.

8. Bertawakallah pada Allah.

9. Perbanyak membaca Al-Qur’an di rumah.

10. Tinggalkan semua bentuk kemaksiatan dan dosa dalam rumah, seperti mendengar musik, dll.

Semoga bermanfa'at.. Wallahu A'lam..

Kamis, 02 Juli 2020

MENDETEKSI/MENETRALISIR RUANGAN BERENERGI NEGATIF

IJAZAH MENDETEKSI/MENETRALISIR RUANGAN BERENERGI NEGATIF

Al-Mujiz: Ust. Miftah el-Banjary

Jika di sebuah rumah atau ruangan yang dirasakan ada aura energi yang tidak mengenakkan, sering menimbulkan rasa gerah,  tidak tenang dan nyaman, sering merasa takut atau was-was, atau selalu terbawa emosi, anak kecil sering menangis tanpa sebab, sering terjadi pertengkaran atau percekcokan atau serasa ada orang lain atau suara yang mengganggu.

Maka, rumah atau ruangan itu bisa dideteksi atau dinetralisir. Ada beberapa guru saya yang mengijazahkan beberapa cara untuk mendeteksi dan menetralisirnya. Malam ini saya ijazahkan salah satu caranya, semoga bermanfaat. Ini hanya sekedar ikhtiar saja, jangan dijadikan alasan takut pada selain Allah.

Caranya:
1. Ambil gelas bening;
2. Masukkan garam seperampat gelas;
3. Masukkan air cuka seperampat gelas;
4. Masukkan air seperampat gelas.
5. Sisakan seperampat akhir.

Setelah itu bacakan surah al-Fatihah, al-Ikhlas, al-Falaq dan Annas masing-masing sebanyak 7 kali, lalu tiupkan pada gelas yang sudah terisi garam dan cuka. Letakkan di tempat yang diyakini auranya negatif. Dan biarkan selama 24 jam jangan dilihat dulu.

Jika air berubah warna kemungkinan ada pengaruh aura negatif. Tapi, air bisa juga bisa tidak berpengaruh apa-apa, namun auranya kembali adem dan nyaman, itu disebabkan aura negatifnya menjauhi ruangan itu.

Saya ijazahkan khusus teman di FB akun ini saja. Ajaztulakum..

“Kami Cuma Bersihkan Rumput… Tapi yang Datang Malah Pengawas 😳”

Dua hari sebelum hari H, tak ada yang terasa istimewa. Kami hanya melakukan hal yang biasa: membersihkan plang nama ...