Senin, 22 Juni 2009

Upaya Adalah Pembaik Nasib, Hanya Jika Upaya Itu Baik

Adikku,
yang dititipkan oleh ibumu kepada ibuku,
agar aku melebihkan kasihku kepadamu,
Berbunga hatiku saat aku melihatmu mengangguk khusuk dan haru, saat aku simpulkan untukmu, bahwa
Upaya adalah pengubah nasib,
sehingga upayamu adalah pengubah nasibmu.
Lalu engkau bertanya-tanya dan memintaku menjelaskan,
mengapakah jika upaya adalah pengubah nasib, Tuhan belum memperbaiki nasibmu melalui semua upaya penuh penderitaan yang sekarang sedang kau tapaki?
Wahai hati yang bertanya,
Ketahuilah ini dan jadikanlah penuntun bagi pilihan upayamu, bahwa
Upaya adalah pembaik nasib, hanya jika upaya itu baik.
Sehingga jangan engkau sebut pekerjaanmu itu upaya yang akan memperbaiki nasibmu, jika dalam mengerjakannya engkau berlaku tidak adil kepada yang membayarmu, tidak tulus kepada pelangganmu, dan tidak jujur kepada keluargamu.
Engkau memang tetap bisa hadir tanpa harus menjadi keuntungan bagi orang lain, tetapi jika kehadiranmu tidak menyebabkan perbedaan yang berarti, untuk apakah engkau hadir?
Maka mulai hari ini tetapkanlah dirimu untuk hadir sebagai keuntungan bagi orang lain.
Janganlah engkau tiru perilaku dari mereka yang lebih disyukuri ketidak-hadirannya, karena mereka berperan sebagai pelambat hasil atau perugi bagi orang lain.
Semakin besar perbedaan yang bisa kau sebabkan karena kehadiranmu, akan semakin bernilai engkau bagi orang lain.

Referensi by mario teguh blogspot

I Can't Think Of Any Other Way

Awal dari kelahiran kita, bukanlah pilihan kita. Dan akhir dari kehidupan kita, bukanlah kewenangan kita untuk menentukan. Maka, tugas kita adalah menjadikan waktu antara kelahiran dan akhir kehidupan kita, sebagai keberadaan yang sejahtera, yang berbahagia, dan yang secemerlang mungkin.
Janganlah kekhawatiran kita mengenai masa depan, menjadikan kita pribadi yang sikap, pikiran, dan tindakannya justru akan mewujudkan yang kita khawatirkan.
Tidak mungkin Tuhan yang sangat mengasihi kita, akan membiarkan kita sampai pada akhir yang buruk, jika kita memperhatikan keindahan dari sikap, pikiran, dan tindakan kita dalam keseharian kita.
Ingatlah, bahwa keberhasilan bukanlah hanya akhir dari suatu perjalanan, tetapi terutama adalah kualitas dari perjalanan itu.
Hari ini, bersungguh-sungguhlah untuk menghadiahkan diri Anda sebagai pengindah kehidupan dari keluarga Anda yang tercinta.

Referensi by mario teguh blogspot.

We are the world

WE ARE THE WORLD, Kitalah dunia itu. Kitalah anak-anak kehidupan.
Lagu Tema: We Are The World - Michael Jackson and various artists
...........
Seharusnya ada suatu waktu di mana kita mendengarkan panggilan yang penting bagi kemanusiaan, sehingga kita mengesampingkan kepentingan pribadi dan kelompok, dan memajukan yang memuliakan bangsa.
...........
Tidak ada yang tidak bisa kita lakukan jika kita semua berlaku seperti satu.
Dan perhatikanlah, bahwa
Bencana yang paling berbahaya adalah pelemahan kualitas kehidupan orang banyak yang kita terima sebagai sesuatu yang biasa.
...........
Marilah kita kirimkan hati kita, agar saudara kita meyakini masih ada yang mengasihi mereka.
Karena sebetulnya,
Kita tidak mungkin menolong orang lain tanpa menolong diri kita sendiri. Maka, sebabkanlah hal-hal baik, dan Anda akan dibahagiakan dengan akibat-akibat baik.
Janganlah menunggu dunia menjadi baik.
Kitalah dunia itu.
Marilah kita berdiri bersama, bergandengan tangan, dan menjadikan kehidupan kita indah dan membahagiakan.
Kitalah anak-anak kehidupan.
Marilah kita indahkan kehidupan kita.
Marilah kita indahkan Indonesia.
...........
Jadikanlah diri Anda pemandangan indah pertama yang dilihat oleh orang lain.
Karena sadarilah ini, bahwa
Wajah yang tersenyum adalah pintu menuju dunia yang lebih indah.
Dan,
Dunia yang lebih baik bagi kita, bagi Anda dan saya, adalah dunia yang diisi dengan kasih sayang.
Marilah kita jadikan hari ini hari yang lebih baik
dengan menggembirakan setidaknya satu jiwa di sekitar kita.
Tersenyumlah, berjabat-tanganlah,
berpelukanlah, katakan sesuatu yang baik,
berbagilah, bersaudaralah,
jadikanlah diri kita berkat yang membahagiakan sesama.
Marilah kita menjadikan Indonesia tanah air yang membahagiakan.
...........
Berdamailah dengan keadaan mu,
karena apa pun keadaan mu sekarang
adalah keadaan dari mana engkau
akan mencapai semua kecemerlangan mu.
Bila masalah-masalah mu besar dan berat, hadapkanlah wajah senyum mu kepada Yang Memiliki Matahari yang tenggelam - dan berterima-kasihlah atas penghormatan yang kau terima; bahwa Tuhan telah mempercayakan penyelesaian dari masalah-masalah yang hanya bisa diselesaikan oleh pribadi terkasih sebesar engkau.
Marilah kita bersama berdoa
Dengan setulus-tulusnya hati
Agar Tuhan memberikan kekuatan dan kebijakan kepada kita,
supaya keberhasilan-keberhasilan kita dalam kehidupan ini
adalah memajukan yang penting bagi kedamaian,
mempertahankan yang benar,
membela yang lemah,
dan menyiapkan negeri yang indah bagi anak-anak kita.
Amin
...........
Marilah kita berpikir dengan seindah-indahnya pikiran,
Dalam seindah-indahnya perasaan,
Dan marilah kita bekerja dan bersaudara
dalam seindah-indahnya pekerti,
Lalu marilah kita bersama
memperhatikan... apa yang terjadi,
... perhatikan apa yang terjadi.

Referensi by mario teguh blogspot

Keputusan dan tindakan

Kualitas kehidupan kita ditentukan oleh yang kita putuskan atau yang tidak, dan oleh yang kita lakukan atau yang tidak.
Tidak ada orang yang terbebas dari keharusan untuk membuat keputusan dan bertindak yang baik baginya.
Jika kita tidak memutuskan dan bertindak yang baik, maka kesulitan-lah yang akan dihadirkan didalam kehidupan kita.
Tetapi janganlah terlalu mengeluh, karena kesulitan adalah pemberitahuan akan adanya keharusan untuk memperbaiki keputusan dan tindakan.
Jika kesulitan yang sama itu, berulang; maka itu adalah tanda bahwa kita belum memperbaiki keputusan dan tindakan kita.
Sehingga sebetulnya, seseorang yang hidup lama dalam kesulitan, adalah orang yang lama bertahan dengan keputusan dan tindakan yang sama.
Kapankah terakhir kali Anda membuat keputusan yang baru?
Kapankah terakhir kali Anda melakukan sesuatu yang baru?
Apakah semua yang Anda putuskan dan lakukan adalah hal-hal lama yang Anda bawa ke masa-masa yang baru?
Maka, putuskanlah yang baik bagi Anda.
Jika Anda tidak baik bagi diri Anda sendiri, Anda tidak mungkin bisa menjadi baik bagi orang lain.
Dan lakukanlah yang baik bagi orang lain, karena itulah yang menjadikan Anda berlaku baik bagi diri sendiri.

Referensia by mario teguh blogspot

Kemampuan untuk menyesuaikan diri

Kemampuan untuk menyesuaikan diri adalah kemampuan untuk tetap berdiri di atas.
...........
Roda kehidupan dan dunia usaha berputar dengan kecepatan dan kekuatan yang tidak teratur.
Dan untuk dapat tetap berdiri tegak didalam ketidak-teraturan, kita harus teratur dalam cara-cara penyesuaian dan pertumbuhan diri kita.
Ingatlah, pelawan dari ketidak teraturan adalah keteraturan.
Itu sebabnya, siapa pun yang ingin menjadikan dirinya pemilik dan pemimpin bagi kehidupannya sendiri, harus menteraturkan dirinya sendiri.
Lalu, pastikanlah bahwa keteraturan Anda berada dalam keterlibatan yang menghasilkan. Karena, kualitas hidup Anda berbanding lurus dengan kualitas dari keterlibatan Anda dalam pekerjaan-pekerjaan yang produktif.
Maka, janganlah hanya teratur dalam ketidak-teraturan.
Selalu waspadailah nilai dari keteraturan Anda.

Referensi by mario teguh blogspot.

Nama yang terpilih

Sebetulnya kita tidak membutuhkan peramal untuk memberitahu kecemerlangan masa depan kita, jika kita bersikap, berpikir, dan berlaku yang akan mencemerlangkan diri kita - dalam keseharian kita.
Tidak ada peramal yang bisa meramalkan kehidupan yang baik bagi orang yang buruk dalam bersikap, berantakan dalam berpikir, dan malas dalam bertindak yang baik - tetapi rajin dalam melakukan yang menjadikannya orang yang dipinggirkan.

Referensi by mario teguh blogspot.

Jumat, 19 Juni 2009

Tips berpikir Realistis

Kita semua bsa di buat macet dan terhenti karena pikiran negatif dari waktu ke waktu, seperti memanggil diri kita dengan 'idiot', 'gowblok', 'pecundang', berpikir bahwa tidak ada seorang pun yang menyukai kita, berpikir sesuatu yang buruk bakal terjadi, atau percaya bahwa kita tidak dapat mengatasi suatu hal betapapun keras kita berusaha. Ini adalah hal normal. Tak seorang pun yang sepanjang waktu berpikir positif, apalagi dalam kondisi cemas.
Ketika kita merasa cemas, kita cenderung untuk melihat dunia sebagai tempat yang mengancam dan berbahaya. Reaksi ini berguna bagi kita, karena membayangkan suatu hal buruk dapat membantu kita bersiap diri pada bahaya nyata, yang mampu melindungi diri kita. Sebahgai contoh, jika kamu sendirian di rumah dan mendengar suara goresan yang aneh di jendela, kamu mungkin berpikir itu adalah maling. Jika kamu percaya bahwa itu adalah maling, kamu akan menjadi sangat cemas dan bersiap untuk lari meninggalkan rumah, bersiap melakukan perlawanan, atau segera menelpon memanggil bantuan. Walaupun respon kecemasan ini berguna jika memang benar ada maling di jendela,hal itu menjadi tidak berguna jika apa yang kamu sangka salah. Sebagai contoh, suara yang muncul mungkin karena adanya batang pohon yang menggores jendela kerena tertiup angin. Dalam kasus ini, pikiranmu salah karena tidak ada bahaya nyata.
Permasalahan dalam berpikir dan bertindak yang mana seolah-olah ada bahaya ketika tidak ada bahaya nyata adalah bahwa kamu merasa cemas yang tidak perlu. Karena itu, satu strategi yang efektif untuk mengelola rasa cemasmu adalah dengan mengganti rasa cemas, pikiran negatif dengan pikiran realistis.
Berpikir realistis berarti melihat semua aspek dari sebuah situasi (positif, negatif, dan netral) sebelum membuat kesimpulan. Dengan kata lain, berpikir realistis berarti melihat dirimu, orang lain, dan dunia dengan cara yang seimbang dan adil.
Bagaimana cara melakukannya
Langkah 1: beri perhatian pada 'bicara pada diri sendiri' mu.
Pemikiran adalah suatu hal yang kita katakan pada diri kita sendiri tanpa mengucapkan (bicara pada diri sendiri). Kita bisa memiliki banyak pemikiran setiap harinya. Kita semua memiliki cara berpikir mengenai suatu hal yang berbeda-beda, dan bagaimana kita berpikir memiliki pengaruh yang besar pada perasaan kita. Ketika kita berpikir bahwa sesuatu yang buruk bakal terjadi - seperti ketika akan digigit anjing - kita merasa cemas.
Sebagai contoh, bayangkan kamu sedang berjalan munyusuri jalan dan kamu melihat seekor anjing. Jika kamu berpikir anjing itu berbahaya dan akan menggigit, kamu akan merasa takut. Tetapi, jika kamu berpikir anjing itu manis, kamu akan merasa calm.
Seringkali kita tidak menyadari apa yang kita pikirkan, tapi karena ini memiliki pengaruh pada perasaan kita, penting kiranya kita mulai memperhatikan pada apa yang kita katakan pada diri kita.
Langkah 2: kenali pikiran yang membuat kita merasa cemas
perlu waktu agak lama dan latihan untuk mengenali pikiran specifik yang membuat kita cemas, berikut beberapa tip yang bisa membantu:
beri perhatian pada perubahan kecemasan, betapapun kecilnya. Ketika kamu mendapati dirimu menjadi lebih cemas, ini saatnya bertanya pada dirimu:
-"Apa yang sedang saya pikirkan saat ini?"
-"Apa yang membuat aku merasa cemas?"
-"Apakah yang aku khawatirkan akan terjadi?"
-"Hal buruk apa yang saya pikirkan akan terjadi?"
Beberapa contoh pikiran "cemas":
-"Bagaimana jika aku tidak dapat mengerjakannya?"
-"Saya akan mati dalam suatu serangan jantung!"
-"Saya akan menjadi gila jika saya tidak dapat menghentikan rasa cemas saya."
-"Suatu hal tidak berjalan sesuai rencana."
-"aku idiot"
-'Bagaimana jika sesuatu hal buruk terjadi pada anak saya?"
Langkah 3: Lawan pikiran "cemas" mu
Berpikir mengenai suatu hal tidak berarti bahwa pikiran itu benar atau akan terjadi. Sebagai contoh: berpikir bahwa anjing akan menggigitmu bukan berarti anjing itu benar-benar akan menggigit. Seringkali, pikiran kita hanya menebak-nebak dan bukan fakta yang nyata. Karena itu, melawan pikiran cemasmu akan membantu, karena pikiran-pikiran itu dapat membuat kamu merasa seolah-olah hal buruk pasti akan terjadi, bahkan meski sangat tidak mungkin.
Terkadang, kecemasan kita adalah hasil dari jatuhnya kita pada perangkap pikiran. Perangkap pikiran adalah cara yang terlalu negatif atau tidak wajar dalam melihat sesuatu. Gunakan form perangkap pikiran untuk membantumu mengenali perangkap dimana kamu terjebak didalamnya.
Berikut beberapa pertanyaan untuk membantumu melawan pikiran cemas mu:
1. Apakah aku sedang terjatuh dalam perangkap pikiran (contoh: melebih-lebihkan bahaya)?
2. Fakta apa yang menunjukkan bahwa pikiran itu benar? Fakta apa yang menunjukkan bahwa pikiran itu salah?
3. Sudahkan saya membandingkan pikiran dengan fakta?
4. Apakah aku akan bertanya pada teman kalau dia memiliki pikiran yang sama?
5. Apa yang teman katakan mengenai pikiran saya?
6. Apakah aku yakin 100% _____________ akan terjadi?
7. Sudah berapa kali ___________ _ terjadi sebelumnya?
8. Apakah ____________ sangat penting dimana masa depan saya tergantung padanya/
9. Hal paling buruk apa yang mungkin terjadi?
10. Jika itu terjadi, apa yang dapat saya lakukan untuk menanggulanginya?
11. Apakah pertimbangan saya berdasar pada cara saya merasa ketimbang fakta?

Kamis, 18 Juni 2009

Mengenali diri sendiri

Mengenal diri sendiri...
Juni 20, 2007 in die Lebensgeschichte
Kunci proses pengembangan diri adalah mengenal diri sendiri. Ini tidak hanya berlaku bagi keberhasilan di bidang karier, melainkan juga di berbagai bidang kehidupan lainnya, termasuk keluarga, sosial masyarakat, dan spiritual. Dengan mengenal diri sendiri, seseorang mengetahui apa yang mesti jadi tujuan hidupnya. Ia menyadari kemampuan dan bakat-bakatnya serta tahu bagaimana menggunakannya demi mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian ia lebih mampu menemukan makna dan kepenuhan dari hidupnya.
Jawablah dengan jujur, apakah anda benar-benar mengenal diri anda sendiri?
Ada banyak metode mengenal diri. Salah satunya adalah dengan mengisi kuisioner. Apa pun bentuk metode yang dipilih, tuntutan dasarnya adalah seseorang harus jujur pada dirinya sendiri. Ambil contoh ringan, banyak orang tidak jujur saat mengisi kuisioner mengenai dirinya, terlebih lagi bila hasil kuisioner tersebut dinilai oleh pihak lain. Mereka mengira dengan menulis jawaban yang ideal, mereka akan mendapatkan hasil penilaian yang baik, padahal mereka sedang membohongi diri mereka sendiri, yang justru mengagalkan proses pengembangan diri. Penyebab utamanya adalah karena banyak orang bersikap untuk memenuhi harapan orang lain. Ketidakjujuran dan ketidakmampuan untuk bersikap apa adanya membuat mereka tidak menjadi diri mereka sendiri.
Apakah anda jujur pada diri anda sendiri?
Seringkali menjadi jujur pada diri sendiri terasa menyakitkan. Banyak orang merasa mandek dalam kariernya. Mereka menganggap orang lain dan lingkungan sebagai sumber kegagalan. Mereka mengingkari bahwa penyebabnya justru berasal dari dalam diri mereka sendiri. Di lain pihak, seringkali pula orang tidak mampu jujur pada diri sendiri karena salah dalam memahami keberhasilan yang sedang diraihnya. Banyak orang berhasil lalu mengira mampu melakukan apa saja. Mereka mengembangkan kedua belah lengannya lebar-lebar dan menyangka akan berhasil di semua hal. Mereka tak mau mengakui bahwa ada batas-batas yang tak mungkin dilalui. Jujur pada diri sendiri adalah bersedia untuk menerima segala sesuatu apa adanya. Mengenali diri sendiri adalah belajar untuk menilai dan memahami diri sendiri dengan pikiran jernih tanpa dibebani dengan prasangka, harapan, ketakutan dan perasaan-perasaan lain.
Maukah anda memaafkan segala sesuatu yang telah terjadi, dan menerima sebagaimana adanya dengan hati lapang?
Mengenal diri sendiri bukan sekedar mengenal nama, alamat, usia, dan apa-apa yang tercantum dalam curiculum vitae. Mengenal diri sendiri adalah proses dan hubungan timbal balik antara seseorang dengan dirinya sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, orang terbiasa untuk berhubungan dengan orang lain. Mereka mengembangkan berbagai cara komunikasi efektif dengan orang lain demi tercapainya tujuan. Demikian pula halnya dengan belajar mengenal diri sendiri, seseorang harus mengembangkan bentuk komunikasi timbal balik yang baik dengan dirinya sendiri. Mereka harus menumbuhkan kemampuan untuk melihat dan mendengar apa yang dikatakan oleh dirinya sendiri agar mampu memahaminya dengan baik. Proses ini adalah ketrampilan yang harus diasah terus-menerus. Pada awalnya selalu terasa berat, karena sebelum bertindak seseorang harus mengkomunikasikannya terlebih dahulu dengan dirinya sendiri, "apakah ini adalah sesuatu yang sesuai dengan diri saya? apakah ini benar-benar menjadi keinginan diri saya?" Dengan kata lain proses mengenal diri sendiri adalah proses membangkitkan kesadaran diri. Dan, bagian terberat dalam proses ini adalah belajar untuk disiplin.
Apakah anda sanggup melakukan disiplin diri?
Salah satu bentuk disiplin yang menuntun pada pengenalan diri adalah mengamati diri secara cermat -mengamati setiap perasaan, pikiran, harapan, keinginan, kegembiraan dan lain-lain yang terjadi dalam diri sendiri. Para spiritualis biasa melakukan ini dengan bermeditasi, khusyu', mengheningkan cipta, atau berbagai istilah lain. Pengamatan ini menumbuhkan kesadaran yang lebih tenang, yang mampu melihat secara jernih pikiran dan perasaan yang sedang terjadi, kemampuan, bakat dan ketrampilan yang dimiliki, kekuatan dan kesempatan untuk menggunakan semua pikiran, perasaan, kemampuan, bakat dan ketrampilan itu untuk sebaik-baiknya kehidupan karier. Pengamatan diri ini dapat dilakukan di setiap saat sembari melakukan kegiatan sehari-hari. Justru dalam kegiatan sehari-hari itulah seseorang berkesempatan untuk menyadari betapa banyak gejolak pikiran, perasaan yang muncul silih berganti.
Apakah anda bersedia menjadi diri anda sendiri?
Banyak orang mengaburkan arti menjadi "diri sendiri" dengan "semaunya sendiri". Menjadi diri sendiri melalui proses mengenal diri adalah menumbuhkan pengendalian diri karena dalam mengembangkan dirinya seseorang harus senantiasa berjalan pada potensi-potensi yang dianugerahkan padanya. Selain itu, banyak orang menjadi apa yang dikatakan orang lain dan menganggapnya itu sesuai dengan dirinya. Yang perlu disadari adalah bahwa setiap orang itu berbeda dan unik. Tak ada orang yang sama. Mereka dianugerahi kemampuan, potensi dan bakat yang berbeda-beda.Tugas manusia adalah menggunakan semua itu untuk kemajuan kehidupan ini. Tujuan mengenal diri untuk pengembangan karir adalah mengenal apa potensi-potensi, bakat-bakat, kemampuan dan ketrampilan yang ada pada diri agar bisa digunakan untuk kemajuan karir. Selain itu, mengenal diri akan menumbuhkan kesadaran dan pengendalian diri, suatu bentuk pengembangan emosi dan spiritual yang dibutuhkan oleh jiwa.

Pendewasaan pikiran

Proses Pendewasaan

Ketika tiba-tiba apa yang telah kita buat dengan mengorbankan keringat dan materil yang tak sedikit mengalami kegagalan alangkah kecewanya dan rasa sedih,amarah dan berbagai macam perasaan yang berkecamuk dalam pikiran,kadang kala harus kita ratapi tanpa kesudahan. Tapi semua itu kalau kita mau menanggapi dengan positif boleh dikatakan kegagalan kita merupakan proses pendewasaan.
Sebenarnya rasa sedih.amarah,kekecewaan,bukan selamanya emosi yang negatif. Terlebih pula apa yang disebut amarah dan kesedihan. Selamanya pada kiata didengungkan agar kita pandai-pandai menekan amarah dan rasa sedih, seakan marah dan Sedih adalah dua emosi yang buruk. Namun demikian,amarah dan sedih dapat merupakan pembentukan kekuatan yang mendalam diri kita,asalkan kita tau bagaimana menggunakan/mengalihkannya dengan baik.
Berpura-pura seakan kita tidak sedih,akan membuat kita melakukan hal-hal yang justru membuat kita makin terbenam dalam kesedihan itu. Amarah dan sedih adalah sehat,asalkan keduanya dilakukan dengan baik,itu dapat merupakan sebagai dorongan untuk menghadapi kehidupan ini dengan pemikiran yang lebih mantap,jadikan sebagai pendorong kita untuk lebih maju.cobalah netralisir kegagalah dengan belajar darinya maka akan anda temukan sebuah kesuksesan yang sangat bernilai

By: do.one.muet

“Kami Cuma Bersihkan Rumput… Tapi yang Datang Malah Pengawas 😳”

Dua hari sebelum hari H, tak ada yang terasa istimewa. Kami hanya melakukan hal yang biasa: membersihkan plang nama ...